banner 728x250
Berita  

Silaturahmi Wartawan Bahas Tantangan Jurnalis di Era Ai hingga Jurnalis dari Perspektif Agama

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Pontianak Kalimantan Barat menghadiri silaturahmi bersama sekaligus diskusi dan sharing mengenai tantangan jurnalis di era digitalisasi yang diinisiasi oleh Djarum disupport Aming Coffee dan CW Coffee di Pontianak, Selasa, 21 Oktober 2026 malam.

Pemimpin Redaksi Suara Pemred Kalbar, Harry Daya menyampaikan di era digitalisasi yang pesat warga harus dihadapkan dengan situasi dimana sulitnya membedakan mana media resmi yang menyajikan informasi akurat atau bukan.

“Ada juga oknum yang mengatasnamakan media, ini yang berbahaya sehingga perlu dilakukan pencegahan di era digitalisasi saat ini. Maka yang dapat dilakukan ialah dengan memilah informasi yang beredar,” ujarnya.

Merespon kondisi pesatnya arus digitalisasi saat ini, Andi Fahrizal atau yang akrab disapa Bamg Daeng CEO kolase.id menegaskan, bahwa tugas sebagai jurnalis tidak pernah takut ataupun mundur dalam memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat.

“Prinsip jurnalis ditengah serbuan digitalisasi ini tidak pernah takut, karena tidak bisa menghindari kemajuan teknologi, tapi bagaimana dalam memanfaatkan digitalisasi seperti Ai, maka harus ada data terlebih dahulu untuk digunakan. Kita harus bisa mengatur teknologi, sehingga profesi jurnalistik tetap diakui,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Yuniardi atau akrab disapa bang Uun sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalbar. “Memang dengan kemajuan teknologi saat ini hingga sulit membedakan mana media resmi dengan yang tidak, tapi sebagai jurnalis harus tetap menjalankan profesi jurnalis dengan baik dan benar,” ujarnya.

Selain dari sudut pandang jurnalis senior, diskusi ini juga menghadirkan pandangan dari perspektif agama. Habib Ali Al Hinduan menjelaskan, profesi jurnalistik pada dasarnya sudah ada sejak zaman Nabi. Seperti adanya kitab Al-Maghazi yang menceritakan tentang perang. Begitu juga yang telah dilakukan oleh sahabat Zaid bin Tsabit atas ide dari Umar bin Khattab untuk menulis ulang Ayat-ayat Al-Qur’an di masa Khalifah Abu Bakar agar tatap dibaca oleh umat Islam hingga sekarang.

Seiring perkembangan zaman, menurut Habib Ali Al Hinduan peran jurnalis memiliki tentangan yang cukup berat, bagaimana mengimbangi berita-berita hoaks yang beredar serta dalam pemanfaatan digitalisasi seperti Ai.

Sejauh ini, Dosen IAIN Pontianak ini juga menilai, bahwa pemanfaatan Ai tidak dapat dipungkiri, namun demikian data primer harus berada pada seorang jurnalis.

“Islam tidak membatasi Ai, tapi yang dilarang menggunakan Ai hanya modal copas saja. Maka yang seharusnya dilakukan ialah Ai sebagai data pendukung atau sekunder, tapi data primernya harus dari kita. Karena Islam tidak menolak dengan perkembangan zaman, boleh pakai AI, tapi harus ada pembimbingnya,” ujarnya.

Dalam hal ini, Habib Ali Al Hinduan menekankan, agar setiap penggunaan teknologi ada pendamping atau guru sehingga tidak salah menggunakan canggihnya teknologi maupun pengetahuan lainnya.Ia kemudian merespon, permasalahan yang saat ini sering muncul, banyak oknum yang mengatasnamakan jurnalis, padahal bukan seorang jurnalis.

Menurut Habib Ali Al Hinduan jika hal ini terus terjadi dan dilakukan oleh banyak oknum, maka sangat dikhawatirkan. Bahkan menurut pandangan Islam sudah jelas, dilarang membicarakan sesuatu jika bukan ahlinya.

“Seseorang kalau berbicara bukan pada bab ilmunya, maka dia akan mendatangkan keanenahan bahkan kesalahan. Apalagi kalau cuman mengandalkan Ai, tanpa ada skill atau keilmuan dan kredibilitas maka akan salah. Jangan memberitakan sesuatu tanpa ada sesuatu yang jelas,” timpal Habib Ali Al Hinduan menjelaskan dari salah satu hadits.

Sementara itu, Supriadi berharap agar silaturahmi bersama wartawan ini dapat dilaksanakan secara rutin sebagai wadah berdiskusi mengenai perkembangan media.

Ketua Panitia Pelaksana, Viko Alhadi menyampaikan tujuan digelarnya pertemuan ini untuk mempererat silaturahmi antar wartawan, baik wartawan muda maupun senior.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *