NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK– Malam itu, suasana di Kecamatan Pontianak Timur terasa berbeda. Gemuruh tawa polos dan lantunan bait-bait shalawat terdengar saling bersahut-sahut dari deretan anak-anak berbusana muslim. Terlihat para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) berkumpul bukan sebatas berkumpul untuk bersenda gurau, melainkan menyatukan langkah memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Pawai Ta’aruf rute dari Masjid Baitul Makmur finish Surau Miftahul Jannah,Sabtu, 17 Oktober 2026 malam, menjadi penanda dibukanya Festival Hari Santri Nasional 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pontianak Timur berkolaborasi dengan seluruh elemen badan otonom seperti GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat, hingga Muslimat NU Pontianak Timur.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Ali Fahmi, menuturkan selain pawai Ta’aruf, festival ini diisi dengan sembilan cabang lomba keagamaan yang akan berlangsung intensif hingga 22 Oktober 2026 mendatang.
“Rangkaian acara dimulai dari hari ini hingga 22 Oktober. Ada sembilan cabang lomba yang disiapkan, seperti Tartil Al-Qur’an, Hafalan Surah Pendek, Lomba Azan, Busana Muslim, Pidato Bahasa Indonesia, Puisi, hingga Kaligrafi,” ujar Ali Fahmi di sela-sela riuhnya pembukaan acara.

Bagi Ali Fahmi dan pengurus MWCNU, festival yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya ini bukan sekadar rutinitas lomba. Lebih dari itu, ada harapan besar untuk memberdayakan serta memelihara semangat anak-anak dalam menuntut ilmu agama.
“Ini menjadi wadah tahunan bagi santri TPA dan TPQ untuk mengasah kemampuan dan kualitas diri. Harapan besar kami, kegiatan yang konsisten ini ke depan bisa mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pontianak serta para wakil rakyat, bahkan dapat masuk secara resmi dalam kalender agenda tahunan Pemkot Pontianak,” ungkapnya penuh harap.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MWC NU Pontianak Timur, M. Ali Al Hadi, menyoroti pentingnya penanaman akhlak dan suri teladan sejak usia belia. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika sosial zaman sekarang, benteng karakter menjadi fondasi paling mendasar.
“Kami ingin mengajak anak-anak kita sejak dini untuk membentengi diri lewat kegiatan positif. Lewat momen ini, kita tingkatkan karakter mulia dan suri teladan mereka, sehingga kelak mereka betul-betul tumbuh menjadi santri yang membanggakan,” tegas M. Ali Al Hadi.
Kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, Romawi Martin, turut memberikan warna dan semangat baru bagi para panitia serta peserta. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian warga NU dalam mengawal pembinaan generasi muda.
“Pemerintah Kota Pontianak sangat bangga dan mendukung penuh inisiatif pembinaan seperti ini. Seluruh penyampaian serta harapan dari panitia tentu kami dengar dan akan saya laporkan langsung kepada Pj Wali Kota Pontianak,” ungkap Sekretaris Disporapar Pontianak ini.
Romawi juga melihat potensi besar kolaborasi antara Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober dengan Hari Jadi Kota Pontianak yang diperingati setiap tanggal 23 Oktober. Menurutnya, kedekatan momentum ini bisa menjadi peluang istimewa untuk menciptakan identitas baru bagi Kota Pontianak.
“Waktunya sangat berurutan, Hari Santri tanggal 22 dan Hari Jadi Kota tanggal 23. Kedepan, kita bisa selaraskan dan kolaborasikan perayaannya, agar peringatan Hari Santri tak hanya menjadi momen rutin, tetapi juga tumbuh menjadi ikon dan identitas momentum baru yang membanggakan bagi Kota Pontianak,” pungkas Romawi.









