NARASI : Fenty Noverita, Ketua Komisi Tetap Bidang Koordinasi Antarinstansi, Birokrasi, Rantai Pasok, dan Intelijen Pasar di bawah Wakil Ketua Umum Pembinaan dan Koordinasi Eksportir KADIN Indonesia, Bapak Fritz E.F. Siregar, menghadiri Forum BRICS World Business Alliance (WBA) di National Centre Russia dan melakukan kunjungan kerja ke Moscow Chamber of Commerce and Industry (KADIN Moskow), 13–19 Mei 2025.
Kegiatan ini difasilitasi oleh KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) yang dipimpin oleh Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, serta didampingi oleh Ibu Ir. Nita Yudi, MBA, Ketua Umum DPP IWAPI, bersama 40 pengusaha perempuan Indonesia dari IWAPI, KOWANI, dan KADIN Indonesia.
Kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow juga difasilitasi oleh Ibu Nita Yudi, di mana Fenty bertemu dengan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Bapak Jose Tavares, membahas arah strategis kerja sama ekonomi bilateral dan identifikasi tantangan perdagangan kedua negara.
Pertemuan Strategis dengan KADIN Moskow Kunjungan ke KADIN Moskow disambut oleh Presiden KADIN Moskow, Mr. Vladimir Platonov, bersama Mr. Vladislav Mishchenko selaku Wakil Presiden Bidang Internasional, dan jajaran lainnya. Diskusi berlangsung hangat, dipimpin oleh Ibu Nannie Hadi Tjahjanto dan Mr. Platonov.
Mr. Platonov menyampaikan bahwa KADIN Moskow memiliki sekitar 40 mahasiswa dari berbagai negara dalam program pelatihan wirausaha, namun belum ada dari Indonesia. Ia berharap mahasiswa Indonesia dapat berpartisipasi sebagai jembatan masa depan hubungan ekonomi kedua negara.
Peluang dan Tantangan Ekspor Indonesia ke Rusia
Rusia adalah pasar besar dengan lebih dari 146 juta penduduk dan permintaan terhadap produk berkualitas. Produk Indonesia seperti kelapa sawit olahan, kopi, teh, cokelat, karet, dan mesin telah menembus pasar Rusia.
“Kita perlu lebih memahami preferensi konsumen Rusia dan memperkuat rantai pasok agar produk kita bisa bersaing secara berkelanjutan,” ujar Fenty.
Namun, tantangan logistik masih menjadi hambatan. Biaya pengiriman tinggi dan keterbatasan infrastruktur transportasi memerlukan solusi seperti peningkatan konektivitas dan penggunaan transportasi multimoda.
Tantangan Sistem Pembayaran Internasional
Dalam diskusi juga disorot hambatan dalam sistem pembayaran lintas negara. Di Rusia, kartu kredit internasional seperti Visa dan Mastercard tidak dapat digunakan. Transaksi harus dilakukan secara tunai, begitu juga warga Rusia yang berkunjung ke Indonesia.
Fenty menekankan perlunya solusi bersama seperti kerja sama bank sentral, penggunaan sistem pembayaran berbasis QR lintas negara, atau pengembangan platform digital yang
memungkinkan transaksi antarnegara tanpa bergantung pada sistem Barat.
“Struktur keuangan yang inklusif dan adaptif penting untuk memperkuat bisnis lintas batas,
apalagi di tengah situasi global yang dinamis,” tegas Fenty.
Impor, Investasi, dan Pariwisata
Indonesia mengimpor bahan bakar, pupuk, gandum, dan produk logam dari Rusia. Sementara itu, investasi Rusia ke Indonesia diproyeksikan naik 130,7% di tahun 2024, mencapai US$263 juta.
Di sektor pariwisata, sekitar 180.215 wisatawan Rusia diperkirakan mengunjungi Indonesia tahun ini, 90% di antaranya ke Bali.
Penyerahan Cendera Mata
Sebagai penutup, kedua belah pihak saling menyerahkan cendera mata sebagai simbol persahabatan. Delegasi Indonesia memberikan tenun khas Melayu, yang diserahkan langsung oleh Ibu Nita Yudi dan Ibu Nannie Hadi Tjahjanto kepada pimpinan KADIN Moskow. Pihak Rusia juga menyerahkan cendera mata khas Moskow kepada delegasi Indonesia sebagai bentuk penghargaan dan komitmen kerja sama berkelanjutan.
Harapan untuk Masa Depan
“Kami optimis, dengan kolaborasi dan informasi pasar yang lebih baik, hubungan perdagangan
Indonesia–Rusia akan tumbuh lebih kuat,” tutup Fenty Noverita.

















