NARASIKALBAR.COM — Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Sungai Cina, Dusun Mungguk Ombak, Desa Pelita Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, resmi dihentikan pada Rabu (15/4) setelah tujuh hari operasi tanpa hasil.
Korban diketahui bernama Sira (75), seorang nelayan yang hilang saat mencari ikan di Sungai Cina. Hingga hari ketujuh, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK) dengan menyisir aliran sungai sejauh 14 kilometer ke arah hilir. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR, I Made Junetra, menjelaskan bahwa seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur SAR serta dukungan masyarakat setempat. Ia menyebutkan bahwa pencarian telah dilakukan secara intensif sejak hari pertama laporan diterima.
“Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi dan melakukan penyisiran hingga 14 kilometer ke arah hilir dari LKK, namun hingga hari ketujuh, korban belum juga ditemukan,” ujarnya.
Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, tim SAR bersama pihak keluarga korban serta unsur terkait melakukan koordinasi dan evaluasi. Berdasarkan kesepakatan bersama, operasi pencarian resmi dihentikan dengan hasil nihil, dan korban dinyatakan hilang.
Meski demikian, pihak SAR menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban. Hal ini disampaikan sebagai bentuk komitmen terhadap kemungkinan lanjutan pencarian.
“Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali,” tambah I Made Junetra.
Pada pukul 17.10 WIB, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) secara resmi mengusulkan penutupan operasi SAR, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan.
Editor: Fahrurrozi

















