NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja Kalimantan Barat Tahun 2025 telah resmi ditutup. Hasil dari Kejurprov ini, Kota Pontianak keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengoleksi 16 medali. Lima diantaranya medali emas, lima perak, dan enam perunggu.
Ajang yang berlangsung pada 17–21 September 2025 di Gedung Tenis Meja Pontianak ini diikuti 103 atlet dari 9 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, yang terbagi ke dalam 15 kategori pertandingan. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Ketua V KONI Provinsi Kalbar, H. Edi Firman, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sportivitas dan pembinaan atlet sejak usia dini.
“Kejurprov ini bukan sekadar mencari juara, melainkan juga untuk melahirkan bibit atlet yang kelak bisa mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar H. Edi Firman saat membuka kejuaraan.
Selain Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya juga tampil impresif menduduki posisi kedua setelah Pontianak dengan mengoleksi 10 medali. Lima medali emas, dua perak, dan 3 perunggu. Disusul Kabupaten Sintang di posisi ketiga dengan 8 medali (4 emas, 4 perak). Sementara beberapa daerah lain seperti Kabupaten Sanggau, Mempawah, dan Sambas juga turut menyumbang prestasi dengan raihan medali.
Koordinator Pelaksana, Abdul Satar, menyampaikan apresiasinya atas semangat seluruh atlet dan dukungan dari KONI Provinsi maupun PTMSI Kalbar.
“Alhamdulillah, Kejurprov 2025 berjalan lancar. Partisipasi atlet sangat luar biasa, bahkan banyak kategori diisi atlet usia dini yang potensial. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan tenis meja Kalbar. Harapan kami, pembinaan terus berlanjut di daerah agar prestasi tidak berhenti sampai di sini,” ujar Abdul Satar kepada awak media.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PTMSI Kalbar, NG Liang Seng, menegaskan bahwa Kejurprov menjadi agenda penting dalam kalender pembinaan tenis meja di Kalimantan Barat. “Kami melihat kualitas pertandingan tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Beberapa atlet muda menunjukkan potensi besar untuk dibina lebih lanjut. PTMSI Kalbar berkomitmen mendampingi kabupaten/kota dalam pembinaan agar prestasi tenis meja Kalbar bisa bersaing di tingkat nasional,” ungkap NG Liang Seng.
Dari 15 nomor yang dipertandingkan, muncul beberapa nama atlet muda berbakat. Di antaranya Syafifah Bunga Safira (Pontianak) yang menyabet dua emas di kategori putri, serta Revael Enggang Alhaq (Kubu Raya) yang tampil gemilang di kelompok junior.
Atmosfer kompetisi semakin semarak dengan dukungan penonton yang memadati arena pertandingan, sebagaimana terlihat dari antusiasme masyarakat di lokasi.
Kejurprov 2025 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat dalam mencetak atlet masa depan. Dengan hasil yang diraih, Kota Pontianak semakin mengukuhkan diri sebagai lumbung atlet tenis meja berprestasi. Namun, daerah lain juga mulai menunjukkan perkembangan, sehingga diharapkan ke depan persaingan semakin merata.
Berikut data Singkat Kejurprov Tenis Meja Kalbar 2025
Peserta:103 atlet
Kategori:15 nomor pertandingan
Juara Umum: Kota Pontianak (16 medali)
Peringkat II: Kabupaten Kubu Raya (10 medali)
Peringkat III: Kabupaten Sintang (8 medali)

















