banner 728x250

PMII Pontianak Soroti Ketimpangan, Pendidikan Mahal, Kesejahteraan Buruh Tertekan

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial yang dinilai semakin tidak seimbang, khususnya terkait akses pendidikan dan kesejahteraan buruh di Kota Pontianak.

Ketua Cabang PMII Kota Pontianak menilai bahwa hingga kini pendidikan berkualitas masih sulit dijangkau oleh masyarakat lapisan bawah. Dalam rilis resminya, ia menyebutkan bahwa pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar masyarakat kini cenderung menjadi sesuatu yang mahal dan terbatas.

banner 1024x1500

Ia menjelaskan, banyak generasi muda di Pontianak yang memiliki potensi dan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun terhambat oleh tingginya biaya.

“Hari ini kita masih menyaksikan pendidikan masih tergolong barang mewah. Banyak anak muda di negeri ini termasuk di Pontianak yang memiliki potensi besar dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, namun terpaksa menyerah karena biaya yang tidak lagi rasional bagi kantong masyarakat kecil,” ujarnya.

Selain itu, PC PMII Kota Pontianak juga menyoroti kondisi buruh yang dinilai belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Mereka menilai kontribusi buruh terhadap perekonomian belum diimbangi dengan perlindungan serta upah yang memadai.

PMII secara tidak langsung menilai bahwa kebijakan pengupahan saat ini belum mampu mengimbangi laju inflasi serta kenaikan biaya hidup. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat, terutama keluarga buruh yang juga harus memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

“Sangat memprihatinkan ketika biaya untuk menempuh pendidikan terus meroket, namun pendapatan para orang tua yang mayoritas bekerja sebagai buruh justru tergolong rendah. Kami merasa ini adalah lingkaran kemiskinan yang dipelihara jika sistem tidak segera diperbaiki,” tegasnya.

Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) disebut sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kedua sektor tersebut. PMII menilai bahwa tanpa adanya perbaikan signifikan, cita-cita pembangunan bangsa akan sulit terwujud.

Ketua Cabang PMII Kota Pontianak juga menyinggung visi Indonesia Emas 2045 yang selama ini digaungkan pemerintah. Menurutnya, visi tersebut harus diiringi dengan kebijakan nyata yang menyentuh kondisi masyarakat di tingkat bawah, terutama dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan pekerja.

“Di sisi lain, tahun lalu pemerintah mengkampanyekan Indonesia Emas 2045. Kami rasa jika pemerintah masih menginginkan Indonesia Emas pada tahun 2045, maka di momentum Hari Buruh dan Hardiknas ini harus menjadi refleksi bersama terutama bagi pemerintah yang terhormat,” tutupnya.

Melihat kondisi tersebut, PC PMII Kota Pontianak menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan pendidikan yang terjangkau serta peningkatan kesejahteraan buruh.

Penulis: Fahrurrozi

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *