NARASIKALBAR.COM, KUBU RAYA – Masjid Ismuhu Yahya Kubu Raya kembali menorehkan capaian luar biasa dalam pengelolaan hewan kurban. Pada Idul Adha 1447 H/2026 ini, masjid yang berlokasi di Kubu Raya tersebut berhasil mengumpulkan total 1.715 ekor hewan kurban. Angka ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola kurban di masjid tersebut pada tahun kelima ini.
Pengasuh Masjid Ismuhu Yahya, Ustadz Adi Pratama Larisindo, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian besar ini. Menurutnya, program ini merupakan bentuk rasa syukur atas izin Allah SWT karena kepercayaan masyarakat terus bertumbuh dari tahun ke tahun.
“Total hewan kurban kita tahun ini mencapai 1.715 ekor, dengan rincian 1.646 ekor kambing dan 69 ekor sapi. Program ini melibatkan atensi luar biasa dari 2.032 jemaah yang ikut terlibat aktif,” ujar Ustadz Adi Pratama Larisindo.
Dari Lokal Menembus Pasar Internasional: Disalurkan ke 4 Negara
Ada yang berbeda pada pelaksanaan kurban tahun kelima ini. Jika pada tahun-tahun awal jangkauan distribusi masih bersifat lokal, namun kini Masjid Ismuhu Yahya melompat ke kancah internasional.
Ustadz Adi menjelaskan transformasi luar biasa perjalanan distribusi kurban mereka. Dimana, pada tahun kesatu dan kedua, distribusi hanya mencakup wilayah lokal di Kubu Raya. Kemudian, pada tahun ketiga dan keempat, distribusi meluas ke tingkat nasional, menyasar para guru ngaji di pedalaman.
Selanjutnya pada tahun kelima inilah, distribusi resmi berskala Internasional, mencakup 4 negara, yakni Palestina, Sudan, Kenya dan Indonesia (Mencakup 27 kota, termasuk Aceh).
Untuk wilayah Pontianak dan sekitarnya, proses penyembelihan dilakukan langsung sebanyak 23 ekor di kompleks masjid dan 2 ekor di Baitul Ka’bah, Punggur yang merupakan cabang dari Masjid Ismuhu Yahya.
Bahkan pada Idul Adha tahun ini, Masjid Ismuhu Yahya berhasil melaksanakan masak besar 1,5 ton daging kurban bersama Youtuber terkenal Bobon Santoso. Daging tersebut dimasak rendang yang dibagikan kepada sekitar 2.500 orang.
Membeli Kompleks Perumahan Mangkrak
Keberadaan Masjid Ismuhu Yahya dalam 4 tahun terakhir terbukti memberikan dampak sosial dan ekonomi yang masif bagi lingkungan sekitar. Ustadz Adi menceritakan bagaimana Allah mengizinkan pihak masjid untuk terus membebaskan lahan demi kemaslahatan umat.
“Dulu ini adalah kompleks perumahan mangkrak. Atas izin Allah, perumahan mangkrak ini dibeli ulang oleh masjid. Jadi sekarang tanah ini milik masjid. Di atasnya, Allah izinkan kita bisa membangun masjid, asrama, hingga membebaskan lahan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kunci dari besarnya rezeki yang Allah berikan adalah dengan tidak melupakan umat di belahan bumi lain. “Kalau mau rezeki kita dibesarkan Allah, mikirkan juga umat Allah di belahan yang lain,” tuturnya.
Target 5.000 Ekor di 2027 Lewat Program “Kurban Bahagia”
Tidak berhenti di angka ribuan, Masjid Ismuhu Yahya sudah menatap target yang jauh lebih besar untuk tahun depan. Mereka menargetkan dapat mengelola hingga 5.000 ekor hewan kurban pada tahun 2027.
Untuk mewujudkan misi besar tersebut, diluncurkanlah sebuah inovasi bertajuk Program Kurban Bahagia. Program ini hadir sebagai solusi atas fenomena masyarakat yang seringkali gagal berkurban karena baru mempersiapkan dana mendekati hari H Idul Adha.
“Kesalahan orang pada umumnya adalah baru terpikir berkurban saat sudah dekat hari-H, sehingga akhirnya tidak punya uang. Padahal kalau tahu kebaikan kurban itu sangat luar biasa, sebagaimana Allah memuliakan Nabi Ibrahim dan keluarganya, pasti kita akan bersiap. Lewat Kurban Bahagia, siapapun kini bisa berkurban dengan persiapan yang lebih matang dan terencana. Mohon doanya,” pungkas Ustadz Adi.










