NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK — Kabut asap tebal masih menutupi langit Kota Pontianak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Kualitas udara yang menembus kategori berbahaya membuat aktivitas warga kian terbatas. Namun, ancaman kesehatan tak berhenti di situ. Kemarau panjang yang tak kunjung usai turut memicu krisis air bersih, air ledeng yang biasa diandalkan warga kini terasa asin akibat instrusi air laut.
Di tengah situasi yang mencekik tersebut, kepedulian tumbuh dari para pemuda. Pengurus Karang Taruna Kota Pontianak turun tangan merespons kesulitan warga dengan mendistribusikan air minum bersih secara gratis.

Raut wajah lesu seketika berganti dengan senyum sumringah saat armada pengangkut air tiba di pemukiman. Warga dari berbagai usia antusias berdatangan membawa galon, ember, hingga jeriken untuk menampung air bersih pegunungan yang dibawa oleh para pengurus Karang Taruna.
“Bantuan ini sangat berarti untuk kami. Sudah beberapa minggu ini air PDAM asin, jadi tidak bisa dipakai memasak atau diminum. Mau beli air galon terus-menerus tentu makin memberatkan pengeluaran,” ujar salah seorang warga sembari mengukir senyum lega setelah jerikennya terisi penuh.
Pengurus Karang Taruna Kota Pontianak berkomitmen untuk terus bergerak di garis depan membantu masyarakat. Pembagian air bersih pegunungan ini dijadwalkan berlangsung setiap hari selama pasokan dari anjungan masih tersedia, dengan estimasi distribusi awal selama satu minggu ke depan. Tak sekadar membuka posko, para relawan memilih menyisir dan mengantarkan langsung bantuan air bersih ini ke lingkungan pemukiman warga agar tepat sasaran.
Aksi tanggap darurat ini membawa angin segar di tengah kepungan asap dan krisis air yang melanda. Kehadiran para pemuda Karang Taruna Pontianak membuktikan bahwa di balik keruhnya cuaca dan sulitnya kondisi, rasa kepedulian dan gotong royong masih mengalir jernih untuk saling menguatkan.















