banner 728x250

DEMA IAIN Pontianak Dikecam Nirempati Terhadap Karhutla: Gunakan Air Damkar Penutupan PBAK

NARASIKALBAR.COM — Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 IAIN Pontianak berakhir dengan kontroversi. Di tengah Kota Pontianak yang dilanda kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), puncak penyambutan mahasiswa baru justru diwarnai aksi penyemprotan air menggunakan armada pemadam kebakaran pada Rabu (2/9/2026).

Aksi yang dilakukan panitia PBAK di bawah koordinasi DEMA IAIN Pontianak itu langsung menuai kecaman. Sejumlah pihak menilai kegiatan tersebut menunjukkan kurangnya empati terhadap krisis lingkungan yang sedang melanda Kalimantan Barat.

“Ini sangat nirempati. Di saat warga kesulitan air bersih karena asap, kampus malah menghamburkan air untuk hura-hura,” ujar salah seorang mahasiswa IAIN yang enggan disebutkan namanya.

Kritik mencuat karena Kalbar saat ini berada di puncak musim kemarau panjang. Titik hotspot terus meningkat dan kualitas udara Pontianak sudah masuk kategori tidak sehat. Sementara itu petugas pemadam kebakaran gabungan dan relawan masih pontang-panting mencari sumber air untuk memadamkan api di lahan gambut.

Ironisnya, di saat yang sama puluhan liter air bersih justru disemprotkan di lapangan kampus untuk mengguyur 1.047 mahasiswa baru yang mengikuti penutupan PBAK.

Padahal sebelumnya, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, dalam pembukaan PBAK sudah mengingatkan panitia agar memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta di tengah paparan kabut asap. Alasan kegiatan outdoor dipilih pun karena pertimbangan sirkulasi udara.

Namun langkah penutupan dengan penyemprotan air damkar dinilai bertentangan dengan imbauan tersebut dan mencederai semangat kepedulian lingkungan.

Sebagian publik pun menyayangkan sikap DEMA IAIN Pontianak sebagai organisasi kemahasiswaan tertinggi di kampus. Seharusnya, kata mereka, DEMA menjadi garda depan dalam mengkampanyekan kepedulian terhadap krisis ekologi di daerahnya sendiri, bukan justru menjadi bagian dari pemborosan sumber daya di tengah bencana.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak DEMA IAIN Pontianak terkait aksi tersebut.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *