banner 728x250

Kenang Kisah Kedermawanan dan Kebaikan, Pengajian Umum sekaligus Doa Bersama 1.000 Hari Wafatnya Almarhumah Nasirah Binti Raiden

banner 468x60

Rantau Panjang, Landak— Suasana khidmat menyelimuti kediaman keluarga besar Bapak Ikhyek Ulumuddin dalam rangka memperingati 1.000 hari wafatnya almarhumah Nasirah Binti Raiden, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Peringatan seribu hari ini diisi dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, serta doa bersama yang dihadiri oleh ratusan jemaah, keluarga, tetangga, dan kerabat dekat.

banner 1024x1500

Turut hadir K.H. Fauzan Badaruddin yang memberikan Ceramah agama. Ia menjelaskan, tentang hakikat kematian menjadi pengingat sekaligus penasehat bagi manusia.
“Kematian adalah penasihat yang paling sunyi, tetapi paling jujur. Ketika kita menghadiri peringatan seperti ini, seolah-olah almarhum atau almarhumah sedang berbicara kepada kita tanpa suara,” ujarnya.

Kiai Fauzan pun memberikan kisah isyarah, pada dasarnya ruh orang-orang yang meninggal juga ingin berbicara dengan manusia yang masih hidup, namun itu semua terhalang oleh alam yang berbeda.
“Kemarin aku seperti kalian, sibuk bekerja, berkumpul dengan keluarga, dan tertawa. Namun hari ini, kain kafan telah membungkusku, dan hanya amalku yang menemaniku,” ungkapnya menyampaikan ucapan orang yang telah wafat sebagai pengingat bagi umat yang masih hidup.

Menurutnya, kematian tidak memandang usia. Ia juga tidak menunggu tua, dan tidak peduli apakah sedang sehat atau sakit. Jika malaikat maut datang, waktu tidak bisa ditunda walau sedetik pun.

“Orang yang cerdas bukanlah orang yang paling banyak hartanya, melainkan orang yang paling sering mengingat mati dan paling gigih menyiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya,” ucap Kiai Fauzan menasehati.

Turut juga K.H. Ahmad Shofiyullah Al-Machtumiyah memberikan sedikit kata mutiara hikmah dan pesan penting, bahwa ada amal yang tdak akan terputus. Hal tersebut sebagaimana juga telah dijelaskan dalam hadits Nabi.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

  1. Sedekah Jariyah — Pahala harta yang mengalir.
  2. Ilmu Bermanfaat — Pahala ajaran yang diamalkan.
  3. Anak Saleh — Pahala doa dari keturunan.

Pada momentum ini, Kiai Ahmad juga menjelaskan tentang seribu hari semenjak kepergian almarhum atau almarhum menghadap sang Khaliq, maka rekam jejak kebaikan dan dedikasi almarhum/almarhumah semasa hidupnya dinilai tetap melekat kuat di hati orang-orang terdekat.

Sementara itu, perwakilan keluarga, Ikhyek, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan momentum penting bagi keluarga untuk menyatukan barisan doa.
“Seribu hari adalah waktu yang panjang bagi kami untuk menahan rindu, namun waktu ini juga menguatkan iman kami. Ini adalah puncak tradisi pengiriman doa terbaik dari kami anak-cucu dan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *