banner 728x250

Sekam Jadi “Emas Hitam”: Dosen UPB Ajari Petani Kubu Raya Teknologi Biochar Diperkaya Trichoderma sp., Padi Subur, Kantong Petani Makin Tebal

NARASIKALBAR.COM, KUBU RAYA – Limbah sekam padi yang selama ini terbuang kini disulap menjadi pembenah tanah bernilai tinggi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Panca Bhakti (UPB) melatih petani di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, membuat biochar diperkaya Trichoderma sp. sebagai inovasi ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Pelatihan ini melibatkan Kelompok Tani Abdi Tani yang mendapat pendampingan langsung dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Biochar diperkaya Trichoderma sp. berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus media hidup mikroba. Manfaatnya meliputi peningkatan aktivitas biologis tanah, perbaikan struktur dan pH tanah, penurunan toksisitas Fe, Al, dan Mn, serta peningkatan retensi air dan hara yang mendukung pertumbuhan padi.

Ketua Tim PKM, Ida Ayu Suci, S.Pd., M.Si., mengatakan teknologi ini dirancang agar petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia sintetis, dengan memanfaatkan bahan lokal yang selama ini dianggap limbah. “Biochar dibuat dari limbah sekam padi, sedangkan perbanyakan Trichoderma menggunakan media murah berupa beras. Keduanya tersedia melimpah, mudah dibuat, murah, dan memiliki manfaat besar bagi perbaikan tanah serta peningkatan hasil panen padi,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen UPB yang terdiri atas Ida Ayu Suci, S.Pd., M.Si. selaku ketua, serta Hamdani, S.TP., M.P. dan Sutikarini, SP., M.Sc. sebagai anggota, dengan melibatkan sejumlah mahasiswa. Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPB melalui pendanaan tahun 2025/2026.

Dalam pelatihan tersebut, petani dibimbing membuat biochar melalui pirolisis sekam padi dalam tabung tertutup dengan suhu terkontrol. Proses ini menghasilkan biochar sebagai pembenah tanah dan asap cair yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida hayati. Selanjutnya, Trichoderma sp. diperbanyak pada media tumbuh berupa beras, kemudian diformulasikan dengan biochar sebagai bahan pembawa pada perbandingan 1:5. Campuran diaduk hingga homogen dan formulasi pun siap diaplikasikan.

Tim PKM UPB membimbing Kelompok Tani Abdi Tani dalam praktik pelatihan pengemasan, pelabelan, branding, dan pemasaran produk biochar diperkaya Trichoderma sp (11 Agustus 2026)

Tak hanya soal produksi, Ida Ayu Suci menambahkan bahwa anggota Kelompok Tani Abdi Tani juga dibekali pelatihan pengemasan, pelabelan, branding, dan pemasaran produk biochar diperkaya Trichoderma sp. agar siap dijual, baik secara daring maupun luring. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam memproduksi dan mengemas produk, sekaligus membuka target pasar yang lebih luas.


Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sungai Itik, Yupinaristi Indriani, berharap pelatihan ini memberi dampak nyata bagi petani. “Kami ingin petani tidak hanya bisa membuatnya, tetapi juga menerapkannya di lahan. Kalau tanah sehat, hasil panen naik, biaya pupuk turun, dan pendapatan petani ikut meningkat,” ujarnya.

Para petani Kelompok Tani Abdi Tani menunjukkan kemasan produk biochar diperkaya Trichoderma sp. bersama Tim PKM UPB usai pelatihan pengemasan dan branding produk di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya (11 Agustus 2026)

Ketua Kelompok Tani Abdi Tani, Bawadi Ahmad Nur, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. “Kami baru tahu sekam yang biasa dibuang atau dibakar bisa jadi biochar. Dengan tambahan Trichoderma, biochar ini membantu menyehatkan tanah dan bisa kami jual. Ilmunya akan kami terapkan dan kembangkan bersama anggota kelompok,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias para petani. Mereka terlibat langsung di setiap tahap, mulai dari pembuatan biochar diperkaya Trichoderma sp. hingga pengemasan produk. Semangat peserta terlihat sepanjang sesi, terlebih dengan pendampingan mahasiswa yang memberikan bimbingan teknis langsung di lapangan.
Melalui kegiatan ini, petani Desa Sungai Itik diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Biochar diperkaya Trichoderma sp. menjadi solusi nyata untuk melengkapi kebutuhan pupuk organik sekaligus mendukung program pemerintah dalam mendorong pertanian organik dan berkelanjutan.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *