PONTIANAK – Forum Komunitas Orang Bugis (FKOB) Pontianak Timur mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama ditengah hidup keheterogenan yang memiliki perbedaan pendapat, keyakinan dan budaya.
FKOB menilai, bahwa keberagaman yang dimiliki suatu daerah merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dirawat sehingga terwujud keharmonisan.
“Kita harus tetap menjaga kota Pontianak tetap kondusif. Jangan sampai terpecah belah, jangan menimbul konflik atau pecah belah bangsa. Maka kita harus terus menjaga keharmonisan antar sesama warga negara,” kata Bendahara FKOB Pontianak Timur Agus Sugianto.
Hal ini disampaikan olehnya, merespon informasi yang beredar di media sosial terkait adanya penolakan oleh kelompok masyarakat terhadap salah satu penda’i yang diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dalam ceramahnya.
Merespon hal itu, masyarakat khawatir akan terjadinya perpecahan sehingga menolak penda’i itu berceramah di salah satu Kabupaten di Kalbar.
Dalam video yang beredar itu diketahui bahwa ia adalah Gus Abbas Buntet Cirebon yang diduga mengeluarkan kalimat tudingan habaib sebagai PKI. Atas pernyataan itu, Gus Abbas Buntet Cirebon mendapat penolakan dari para habaib di Kalbar saat Abbas Buntet hendak menghadiri pelantikan pengurus Perjuangan Wali Songo Laskar Sabilillah Kalbar (PWS LS Kalbar) di salah satu pondok pesantren di Kubu Raya.
Oleh sebab itu, ditengah isu yang sedang ramai ini. FKOB berharap sekaligus mengajak kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan kerukunan antar sesama.
“Intinya kami sangat berharap agar tidak terjadi di Pontianak agar suasana yang aman dan kondusif ini tidak terganggu. Saya juga mengajak kepada semua pihak untuk saling menghargai, menghormati dan memahami antara satu sama lain serta tidak melontarkan kalimat yang menyakiti satu sama lainnya. Mari kita jaga toleransi kita,” tukasnya.
















