NARASIKALBAR.COM – Puluhan orang yang bergabung pada Aliansi Masyarakat Peduli Kalimantan Barat melakukan aksi demontrasi di Kantor Gubernur, Pontianak, 01 Juli 2025. Mereka menuntut kepada Gubernur Kalbar agar segera mengambil langkah tegas terkait Surat Pemunduran Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar, pasalnya surat pemunduran tersebut sudah ditandatangani bulan Maret 2025.
“Itu artinya sudah 3 bulan lamanya posisi Dirut bank Kalbar menggantung,” ucap Sahroni yang merupakan Korlap Aksi.
Roni menambahkan dibawah kepemimpinan Dirut Rokidi banyak sekali terjadi kebocoran dana. Berdasarkan laporan yang kami
diterima dari berbagai sumber, ada empat kantor cabang Bank Kalbar mengalami kebocoran dana dengan total kerugian
mencapai Rp 27,3 miliar. Rincian kasus pembobolan tersebut meliputi:
- Kantor Cabang Pembantu Karangan, Kabupaten Landak – Rp 17 miliar.
- Kantor Cabang Singkawang, Kota Singkawang – Rp 6 miliar.
- Kantor Cabang Pemangkat, Kabupaten Sambas – Rp 4,2 miliar.
- Kantor Cabang Bengkayang – Rp 100 juta.
Kasus-kasus ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap sistem pengawasan internal
di Bank Kalbar lemahnya kontrol dan kurangnya implementasi prinsip kehati – hatian menjadi faktor utama.
Maka dari hal tersebut kami Aliansi Masyarakat Peduli Kalbar mendesak Gubernur agar segera mengganti Dirut yang baru agar tata kelola BUMD khususnya Bank Kalbar berjalan dengan baik dan tidak merugikan negara.
Kami akan awasi terus menerus terkait perkembangan kasus ini, jika dalam waktu dekat Gubernur tidak mengambil keputusan kami akan turun aksi kembali dengan massa yang lebih banyak, tegas Roni.
Hidup Rakyat,
Selamatkan Bank Kalbar.

















