banner 728x250

Workshop Digitalisasi Dorong Kreativitas Anak Muda Bersaing di Pasar Global

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, KUBU RAYA – Workshop strategi pemasaran digital dalam rangka penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah yang melibatkan para pelaku UMKM di Kubu Raya menjadi salah satu upaya Pemerintah dalam mendorong kreativitas pelaku UMKM maupun anak muda.
Workshop yang digelar oleh bidang pengembangan sistem pemasaran dan hubungan kelembagaan Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Anggota Komisi VII DPR RI ini berlangsung di Hotel Alimoer Kubu Raya, Sabtu (6/12/2025)

AnggotaKomisi VII DPR RI, Alifudin, mengungkapkan bertujuan workshop ini untuk mendorong kreativitas anak-anak muda di tengah era digital.

banner 1024x1500

Alifudin menekankan pentingnya kegiatan semacam ini diperbanyak. “Harapan kami sebagai anggota DPR RI, kegiatan ini makin diperbanyak di Kalbar, karena dapat menunjukkan anak-anak muda yang kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kreativitas dapat menjadi solusi agar generasi muda tidak bergantung pada pekerjaan sebagai pegawai, baik swasta maupun negeri, melainkan dapat menciptakan peluang usaha mereka sendiri.
“Karena menurut agama juga, usaha di sinilah usaha yang bisa menjadi orang kaya yang halalan, toiban, mubarok,” kata Alifudin.

Pengembangan Produk Go Internasional

Alifudin berharap pelatihan seperti ini dapat melahirkan lebih banyak anak muda kreatif yang mampu mengembangkan kreasinya dan memberikan penghasilan bagi mereka.

Secara khusus, ia menyoroti potensi budaya dan hasil alam di Kalimantan Barat agar dikembangkan menjadi produk yang tidak hanya bersifat nasional tetapi juga internasional.

Tantangan dan Peluang Era Digital

Menanggapi pertanyaan mengenai kaitan workshop dengan digitalisasi dan internet, Alifudin menyampaikan bahwa saat ini masyarakat berada di era kemudahan yang luar biasa berkat digitalisasi.

“Sekarang memang kita di era sekarang ya, sangat mudah sekali. Kita ingin makan, cukup pesan, datang. Uang tinggal ditransfer,” jelasnya.

Ia membandingkan dengan cara tradisional, di mana pasar-pasar mulai sepi karena konsumen beralih ke transaksi digital. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, para pedagang tradisional pun didorong untuk beradaptasi.

“Maka akhirnya mereka buat suatu kreasi tetap juga di pasar, tetapi dengan digitalisasi yang lebih masif,” imbuhnya.

Alifudin menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membekali para pengusaha muda untuk beralih ke digitalisasi. Ia menyebutkan bahwa modal yang dibutuhkan tidak besar, cukup dengan publikasi melalui platform digital dari rumah sendiri.

“Apalagi sekarang memang zamannya, zaman digital. Dan anak-anak muda itu adalah yang sangat cerdas, sangat kreatif di dalam hal ini,” pungkasnya.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *