banner 728x250

Tiga Siklon Kepung Indonesia, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terdapat tiga sistem siklon yang saat ini memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia.

“Saat ini ada tiga sistem siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menyampaikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

banner 1024x1500

Siklon pertama adalah Siklon Bakung yang terdeteksi berkembang di wilayah barat daya Lampung. Meskipun pergerakannya menjauh dari Indonesia, BMKG mencatat siklon ini mengalami peningkatan intensitas dari kategori 1 menjadi kategori 2 berdasarkan pemantauan terkini. Diketahui, tingkat siklon paling berbahaya berada pada kategori 5.

“Ini kalau siklon yang tertinggi, yang paling berbahaya adalah kategori 5, senyar sendiri hanya kategori 1,” jelasnya.

Namun demikian, karena tingginya pembentukan awan serta posisinya yang terjebak di antara Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaysia, siklon tersebut diperkirakan akan bertahan di kawasan itu selama dua hingga tiga hari.

“Jadi dibayangkan curah hujan selama 1 bulan, bahkan 1,5 bulan itu turun dalam 1 hari. Dan itu berlangsung 2-3 hari,” jelas Faisal.

“Sehingga kondisi cuaca sangat ekstrim dan eskalasi bencananya itu sangat besar untuk senyar,” imbuhnya.

BMKG terus memantau perkembangan sistem siklon tersebut dan telah menyampaikan laporan kepada Menteri Koordinator PMK, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.

“Prediksinya dalam 2-3 hari ke depan, kami akan pantau terus dinamikanya, harapannya kita masuk, hingga mendekat lagi yang akan mempengaruhi kondisi curah hujan,” terangnya.

Selain Siklon Bakung, BMKG juga mendeteksi keberadaan bibit siklon 93S yang berada di wilayah selatan Bali, Nusa Tenggara, hingga Jawa Timur. Sementara itu, pada siang hari yang sama, muncul bibit siklon baru bernama 95S di selatan Papua.

“Keberadaan siklon dan bibit siklon ini meningkatkan kondisi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, serta gelombang tinggi di perairan sekitarnya,” ujar dia.

BMKG memastikan koordinasi telah dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, serta Basarnas guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.

“Kami sudah menyampaikan, bekerjasama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas untuk masyarakat tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Fahrurrosi

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *