NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Sebanyak 20 tim dari jenjang PAUD dan Sekolah Dasar unjuk kemampuan dalam Lomba Poco-Poco Ceria di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Disporapar Kota Pontianak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Federasi Olahraga Kreasi Budaya (FOKBI) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakt Indonesia (KORMI) Kota Pontianak, Rabu, 11 Februari 2026.
Selain menonjolkan kebugaran, ajang ini menjadi panggung kreativitas bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui gerakan senam yang energik dan penuh kegembiraan.
Antusias para pelajar ini terlihat jelas di wajah para peserta Lomba Poco-Poco Ceria yang berasal dari empat kecamatan di Kota Pontianak.
Kepala Disporapar Kota Pontianak, Rizal, menyatakan bahwa pemilihan lokasi di kawasan Tugu Khatulistiwa memiliki makna tersendiri. Selain sebagai ruang publik untuk berolahraga, tempat ini dipilih agar anak-anak lebih mengenal ikon wisata etnik dan cagar budaya kebanggaan Kota Pontianak.
“Tujuan utamanya adalah bagaimana anak-anak kita ini sehat, bugar, dan ceria. Yang kedua, Tugu Khatulistiwa ini adalah kawasan wisata etnik dan cagar budaya. Penting bagi mereka untuk mengetahui warisan budaya ini sejak dini. Inisiasi dari kawan-kawan POKB ini menjadi awal agar anak-anak kita bugar dan siap menyambut Indonesia Emas tahun 2045,” ujar Kadisporapar, usai membuka lomba senam Poco-Poco Cerita tingkat TK/PAUD dan SD di Tugu Khatulistiwa, Rabu, 11 Februari 2026.

Tercatat sebanyak 20 tim berpartisipasi dalam ajang penuh kreativitas ini. Rizal berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar di masa mendatang dengan skala yang lebih besar dan pada momen-momen spesial lainnya untuk memasyarakatkan olahraga di Kota Khatulistiwa.
Ketua Panitia Pelaksana, Komalasari menyebut ada 17 regu dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 3 regu dari tingkat PAUD ikut serta memperebutkan gelar juara.
“Kegiatan lomba hari ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian Seminar dan Sosialisasi Senam Poco-Poco Ceria yang telah dilaksanakan pada bulan Desember tahun lalu. Kegiatan tersebut mengusung tema poco-poco ceria untuk hidup sehat sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat sejak usia dini melalui aktivitas fisik yang menyenangkan. Meningkatkan koordinasi gerak, kelincahan, serta rasa percaya diri anak- anak melalui kegiatan senam yang kreatif dan edukatif. Dan Memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan yang aktif dalam menyediakan aktivitas fisik yang positif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Instruktur dari FOKBI Pontianak sekaligus Ketua Dewan Juri Suryani, mengaku terpukau dengan kualitas penampilan para peserta. Tak hanya sekadar menghafal gerakan, anak-anak ini juga menampilkan berbagai atraksi koreografi yang kreatif dan memukau para juri.
“Penampilannya bagus semuanya, mereka kreatif sekali dengan atraksi koreo yang luar biasa. Dari gerakan mereka, sudah nampak potensi besar sebagai calon-calon pesenam masa depan. Poco-Poco Ceria ini memang diciptakan khusus untuk anak PAUD, TK, dan SD agar mereka sehat sekaligus bisa melepas beban dengan bergerak ceria,” ungkapnya.
Senam Poco-Poco Ceria diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan musiman, tetapi menjadi wadah regenerasi pesenam di Kota Pontianak. Dengan gerakan yang dirancang khusus untuk anak usia dini, olahraga ini diharapkan mampu membentuk karakter anak yang disiplin, sehat, dan percaya diri sejak usia belia.
Lomba Poco-Poco Ceria ini juga didukung oleh Bank Kalbar, PDAM Tirta Khatulistiwa, PHRI Kalbar, Bank Pasar Khatulistiwa, Rocket Chicken, Hj. Yanieta Arbiastutie selaku Bunda Paud Kota Pontianak sekaligus Penasehat FOKBI Kota Pontianak.

















