NARASIKALBAR.COM — Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sambas menggelar Seminar Integrasi Arab Melayu dalam Pendidikan di Aula MAN IC Sambas, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA se-Kabupaten Sambas.
Seminar menghadirkan dosen Sejarah Pendidikan Pascasarjana IAIN Pontianak, Dr. Erwin Mahrus, M.Ag., yang membahas peluang, tantangan, serta strategi penerapan aksara Arab Melayu dalam dunia pendidikan. Acara dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN IC Sambas, Ogie Chandra Saputra, S.Pd.
Dalam sambutannya, Ogie menyampaikan bahwa aksara Arab Melayu merupakan warisan budaya Melayu Kalimantan Barat yang perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda. Menurutnya, pengenalan Arab Melayu tidak hanya bertujuan mengajarkan tulisan lama, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan identitas dan sejarah daerah.
“Revitalisasi Arab Melayu penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri budaya Melayu,” kata Ogie.
Sementara itu, Erwin menjelaskan bahwa aksara Arab Melayu telah digunakan sejak abad ke-16 dan berkembang secara dinamis. Ia menyebut aksara tersebut pernah berperan penting dalam bidang pendidikan, perdagangan, pemerintahan, hingga hubungan diplomatik antarkerajaan.
Erwin menambahkan bahwa pada masa lalu aksara Arab Melayu turut berkontribusi dalam memberantas buta huruf di Nusantara. Namun, di era modern penggunaannya semakin berkurang dan mulai dilupakan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat pernah memiliki lebih dari 24 kesultanan Melayu yang meninggalkan banyak manuskrip dan arsip beraksara Arab Melayu. Tanpa kemampuan literasi Arab Melayu, warisan sejarah tersebut akan sulit dipahami oleh generasi saat ini.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan memahami pentingnya aksara Arab Melayu sebagai bagian dari identitas budaya dan upaya pelestarian warisan sejarah daerah.
editor: Fahrurrozi
















