NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Musibah kebakaran melanda kawasan Terminal Siantan, Pontianak Utara (Pontura), Rabu, 20 Mei 2026. Kepulan asap dari si jago merah sempat membuat kepanikan warga sekitar.
Api yang muncul secara tiba-tiba dari bagian atas bangunan membuat para pemilik toko kocar-kacir menyelamatkan barang dagangan mereka yang rerata berjualan elektronik.
Salah seorang pemilik toko Elektronik yang menjadi korban, Heru (32), menuturkan bahwa peristiwa mencekam tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, aktivitas di pasar dan terminal sedang berjalan seperti biasa.
“Sekitar jam setengah 10 lah tadi kejadiannya. Cepat juga. Api tuh tiba-tiba langsung dari atas. Mungkin konslet kabel atau apa, kami enggak tahu juga,” ujar Heru dengan nada lemas di lokasi kejadian.
Detik-Detik Api Mengamuk dari Bagian Atas Ruko
Heru menceritakan, saat api pertama kali muncul, dirinya sedang berada di dalam toko. Suasana yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi horor ketika warga dan orang-orang di terminal mulai berteriak histeris melihat kepulan asap dan api dari bagian atas bangunan. Rekaman video kejadian oleh warga pun sempat beredar luas di media sosial.
“Kami lagi di toko, tiba-tiba api datang dari atas. Mereka teriak. Sibuk keluarkan barang, panik juga,” tambah pria yang sudah menyewa ruko di kawasan tersebut selama hampir 8 tahun ini.
Heru menduga, kuat api berasal dari korsleting hubungan pendek arus listrik di bagian atap/plafon. Saat kejadian pun, warga dan kerabat di area terminal langsung bahu-membahu membantu mengevakuasi barang elektronik dari dalam ruko sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran datang dan berhasil memadamkan api.
Proses penjinakan api pun memakan waktu yang cukup lama lantaran posisi titik api yang sulit dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran.
“Mungkin tadi ada tiga buah atau 5 lah. Pokok di deretan ini ikut terbakar bagian platform, nih. Lumayan lama juga madamkannya, hampir mau dua jam lebih. Soalnya apinya di atas, jadi susah memadamkannya,” ungkap Heru.
Hingga berita ini diturunkan, api sudah berhasil dikuasai oleh tim pemadam kebakaran gabungan yang dikerahkan ke lokasi.
Menurut taksiran sementara di lapangan, api melahap beberapa ruko yang posisinya saling berdempetan serta berdampak pada ruko lainnya yang terkana air saat upaya pemadaman hingga barang-barang elektronik pedagang harus dievakuasi.
Meski sebagian barang berhasil diselamatkan, sebagian besar lainnya juga terjadi kerusakan akibat terkena siraman air saat proses pemadaman. Namun, terkait total kerugian material, para korban mengaku belum bisa melakukan penghitungan karena kondisi lokasi masih terjadi kerusakan
















