banner 728x250
Berita  

Penyebarangan Kapal Feri Pontianak Tutup Mulai 1 April sampai Waktu Belum Ditentukan

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Layanan operasional Penyeberangan Kapal Feri Pontianak yang menghubungkan wilayah Kota Pontianak dan Siantan Kecamatan Pontianak Utara dipastikan berhenti beroperasi sementara mulai 1 April 2026. Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya masa kontrak kerja sama serta kondisi infrastruktur dermaga yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jasa.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, menjelaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara. Selain karena kontrak operasional yang sudah selesai, kondisi fisik dermaga saat ini memerlukan perbaikan total.

banner 1024x1500

“Dermaga lama ini strukturnya sudah mengkhawatirkan. Metodologi perbaikannya tidak gampang karena kedalaman air mencapai 30 meter. Biaya untuk menarik struktur lama hampir sama dengan membangun baru,” ujar Trisna saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa, 31 Maret 2026.

Trisna Ibrahim, menegaskan bahwa pembangunan dermaga baru menjadi prioritas sebelum layanan dibuka kembali. Kerusakan fondasi di kedalaman 30 meter membuat perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan. Sehingga belum diketahui, kapan bisa kembali beroperasi.

Pemerintah Kota Pontianak telah mengajukan proposal perbaikan ke Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI. Trisna menyebut, ke depan ada rencana untuk membangun dermaga baru di sisi dermaga yang lama.

“Kami menunggu arahan dari Bapak Wali Kota terkait skala prioritas. Kalau seandainya progres pembangunan fisik nanti sudah berjalan sekitar 50-60 persen, kami akan segera menyiapkan proses administrasi tender ulang (open bidding) untuk menentukan operator baru,” tambahnya.

Dalam mengatasi persoalan dermaga penyeberangan Kapal Feri ini, diharapkan agar anggaran perbaikan bisa terakomodasi melalui APBN Pemerintah Pusat mengingat telah ada pemangkasan APBD Pontianak sekitar kurang lebih Rp200 miliar. Dengan bantuan APBN oleh pemerintah pusat diharapkan layanan penyeberangan ikonik Pontianak bisa kembali beroperasi paling cepat tahun depan.

Evaluasi Operasional Terakhir
Manajer Cabang PT Jembatan Nusantara, Donny Dwi Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyelesaikan masa kontrak pada 12 Maret 2026. Namun, atas permintaan Wali Kota Pontianak, operasional diperpanjang hingga 31 Maret untuk membantu memecah kemacetan selama momen Imlek dan mendukung mobilitas masyarakat pasca-peresmian Jembatan Kapuas I Duplikat.

“Selama masa evaluasi 24-31 Maret, kami melakukan pembatasan muatan. Hanya sepeda motor dan kendaraan kecil yang boleh melintas demi menjaga keamanan struktur dermaga yang sudah rusak fondasinya,” jelas Donny.

Donny mengakui pembatasan ini berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan karena kendaraan roda enam atau truk tidak diperbolehkan melintas.

“Biaya operasional jauh lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh. Namun, atas izin kantor pusat, kami tetap melayani sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat Pontianak hingga hari terakhir kontrak,” ungkapnya.

Nasib Karyawan dan Armada
Mengenai nasib 33 karyawan (17 kru kapal dan 16 staf darat), Donny menyatakan bahwa PT Jembatan Nusantara akan melakukan koordinasi dengan kantor pusat di Surabaya.

“Kemungkinan besar karyawan akan diperbantukan ke cabang lain seperti di Sumatera, Jawa, atau Sulawesi, sama seperti saat operasional kami terhenti di tahun 2016 lalu. Untuk kapal, kami masih menunggu koordinasi apakah tetap sandar di sini atau dialihkan ke lintasan lain di luar Kalimantan Barat,” kata Donny.

Himbauan untuk Masyarakat
Dengan ditutupnya layanan feri, beban kendaraan dipastikan akan beralih sepenuhnya ke jembatan. Dishub Kota Pontianak mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berkendara dan memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi peta digital.

“Pertumbuhan kendaraan di Pontianak sangat tinggi, mencapai 20 ribu motor per bulan. Kami berharap masyarakat bersabar dan mulai mempertimbangkan beralih ke transportasi publik atau mengikuti skema layanan berbasis jalan yang sedang dikembangkan pemerintah,” pungkas Trisna Ibrahim.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *