banner 728x250

Peluncuran Glimoling di Pontianak, Cahaya Digital Bagi Generasi Emas Kalimantan Barat

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK — Pagi itu, suasana halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Pontianak Kota di Jalan Pangeran Natakusuma, Gang Sumur Bor, terasa berbeda. Tawa dan langkah kaki kecil anak-anak terdengar lebih riuh dari biasanya. Ada rasa penasaran yang dipancarkan dari mata mereka.

Di bawah langit pagi yang cerah itu, sebuah kendaraan roda empat perlahan memasuki halaman sekolah. Kendaraan itu bukan mobil biasa, melainkan Mobil Glimoling (Gerakan Literasi dan Internet dengan Mobil Keliling). Kehadirannya seketika mengubah suasana sekolah yang sederhana menjadi ruang penuh semangat dan harapan baru.

banner 1024x1500

Bagi siswa-siswi yang berbaris rapi dengan wajah berbinar, Glimoling membawa lebih dari sekadar perangkat laptop, jaringan internet dan buku gratis. Hari itu adalah perjumpaan pertama mereka dengan dunia yang lebih luas sebuah gerbang menuju teknologi, pengetahuan, dan mimpi-mimpi yang mulai dirajut sejak usia dini.

Program inovatif ini diinisiasi secara resmi oleh Lembaga Siberdaya Galang Sinergi yang dilaunching di SDN 29 Pontianak Kota, Jumat, 22 Mei 2026. Tidak main-main, armada Glimoling dirancang bergerak dinamis, selain SDN 29 Pontianak Kota, Glimoling ini juga akan menyasar sekolah-sekolah di lima wilayah strategis Kalimantan Barat, yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang.

Ketua Siberdaya Galang Sinergi, Hatta Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini dirancang jangka panjang untuk menyebarluaskan internet positif secara berjenjang, menyesuaikan kebutuhan psikologis dan usia para pelajar.

“Kami mikirnya itu bagaimana gerakan berbasis internet bisa menyebar ke seluruh daerah. Program ini akan berjalan selama 3 tahun, namun tahun pertama fokus di 5 kota/kabupaten dengan 4 pilar program yaitu Glimoling Menyapa Sekolah, Glimoling di Sekolahmu, dan Glimoling Seru,” ujar Hatta.

Hatta menambahkan, bahwa ragam kegiatan pada Glomoling ini disesuaikan dengan tingkatan sekolah agar tepat sasaran. “Untuk tingkat SD, fokus pada pelatihan penulisan dasar dan read aloud (membaca nyaring). Tingkat SMP mulai diperkenalkan pada pemanfaatan aplikasi desain kreatif seperti Canva dan menyusun infografis.Tingkat SMA diarahkan ke ranah yang lebih produktif seperti pembuatan blog dan vlog,” ungkap Hatta.

Langkah strategis Siberdaya ini mendapat sokongan penuh dari PLN UID Kalimantan Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Asisten Manajer Keuangan PLN UID Kalbar, Wahyu, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak hanya terbatas pada menjaga keandalan listrik di Bumi Khatulistiwa, melainkan juga ikut andil memajukan kesejahteraan sosial dan kualitas SDM setempat.

“Kami berharap hadirnya Glimoling yang menyediakan internet gratis dan ramah anak ini dapat menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas wawasan internet yang bijak. Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Teruslah belajar, rajin membaca, dan manfaatkan teknologi ini untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045,” tutur Wahyu .

Menjawab Tantangan Penurunan Indeks Gemar Membaca

Kehadiran Glimoling di SDN 29 Pontianak Kota datang di momentum yang tepat. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan langsung bergerak cepat akan menyandingkan Glimoling dengan program “Perpustakaan Goes to School” memanfaatkan masa class meeting usai ulangan semester.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani menilai, langkah kolaboratif ini dinilai krusial, karena berdasarkan data terbaru, indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Kota Pontianak pada tahun 2025 sempat mengalami penurunan ke angka 62,11 (kategori rendah-sedang) dari yang sebelumnya berada di angka 69.

Menurut Rendrayani, penurunan tersebut dipicu oleh perubahan indikator penilaian dari pusat yang kini jauh lebih kompleks, serta dampak operasional gedung perpustakaan yang sempat tutup karena relokasi. Namun, ia optimistis tren ini akan berbalik.

“Perpustakaan hari ini bukan lagi ruang yang sunyi-senyap, melainkan tempat yang boleh ‘berisik’ dengan aktivitas inklusi sosial dan pelatihan terapan. Indikator baru dari pusat memang lebih detail mencakup pra-membaca, saat membaca, hingga pasca-membaca. Namun dengan gedung baru kami yang kini dikunjungi 200–300 orang per hari, ditambah kolaborasi bersama Glimoling, kami yakin TKM Pontianak akan melesat kembali,” ungkap Rendrayani penuh optimis.

Mengawinkan Teknologi, Buku, dan Sinematografi

Dukungan terhadap Glimoling juga datang dari sektor kebudayaan. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalbar, Juliadi mengapresiasi inovasi ini dan langsung menawarkan potensi kolaborasi multimedia yang unik lewat program Bioling (Bioskop Keliling).

Menurut Juliadi, literasi modern harus bergerak fleksibel dan tidak kaku. Ia juga memuji penampilan memukau Tari Sekapur Sirih dari Sanggar Bougenville yang menyambut acara hari itu sebagai bukti bahwa anak-anak Kalbar kaya akan akar budaya.

“Literasi itu tidak hanya lewat buku atau internet statis. Kami punya Bioling (Bioskop Keliling). Sekolah-sekolah silakan mengajukan permohonan untuk kami putarkan film-film kebudayaan, atau datang langsung ke Balai. Akan sangat luar biasa jika Glimoling, Perpustakaan Keliling, dan Bioling bisa turun bersama-sama mengedukasi anak-anak kita,” kata Juliadi bersemangat.

Ekspansi ke 29 Kelurahan dan Integrasi Pariwisata

Apresiasi tinggi turut disuarakan oleh Kadisporapar Kota Pontianak, Rizal. Ia berharap inovasi satu unit armada Glimoling saat ini bisa terus beranak-pinak hingga mampu menjangkau seluruh wilayah administratif di Pontianak secara merata.

Ia menaruh harapan agar target pengembangan glimoling ke depan bisa hadir secara merata di 29 Kelurahan se-Kota Pontianak dan pembagian zonasi kunjungan terjadwal di tiap Kecamatan.

Bahkan tidak hanya itu, Kadisporapar juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor pariwisata, melalui event pariwisata di spot ikonik, seperti Tugu Khatulistiwa, Waterfront Pontianak dan tempat wisata lainnya.

“Dengan edukasi berbasis visual dan interaktif seperti ini, informasi jauh lebih cepat diserap oleh siswa. Kami di Disporapar sangat terbuka untuk mengolaborasikannya dengan kegiatan pariwisata. Ketika ada kunjungan massal siswa ke Waterfront atau Tugu, Glimoling bisa hadir di sana untuk memberikan edukasi terintegrasi,” pungkas Rizal.

Cahaya Baru dari Ruang Kelas Sederhana

Melalui sinergi multipihak, mulai dari Lembaga Swadaya, BUMN, Pemerintah, Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Pariwisata dan Kebudayaan hingga swasta, Kota Pontianak sedang merajut jalan untuk membalikkan tantangan literasi menjadi peluang emas.

Di tangan anak-anak SDN 29 Pontianak Kota yang hari itu asyik menyisir informasi di balik layar laptop dan buku, teknologi menjelma sebagai cahaya baru. Mobil Glimoling menjadi simbol penegas bahwa kemajuan dan pemerataan digital tidak harus selalu dimulai dari megahnya kota besar.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar cerita tentang hari ini. Namun ini merupakan tentang bagaimana mempersiapkan langkah-langkah kecil bagi anak-anak Kalimantan Barat agar mampu berjalan tegak, bersaing, dan memimpin di panggung Indonesia Emas 2045.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *