NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Malam puncak pemilihan Bujang Dare Pontianak 2026 telah selesai digelar, Jumat, 14 Agustus 2026 malam. Ajang prestisius tahunan ini resmi menobatkan Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila sebagai Juara 1 Bujang Dare Pontianak 2026 setelah menyisihkan para finalis lainnya dalam seleksi yang ketat.
Selain Juara 1, dewan juri juga menetapkan para pemenang di kategori runner up. Posisi runner up 1 diraih oleh Bujang Hexaputra Arifianto dan Dare Lathiifah Adila, sementara runner up 2 disematkan kepada Bujang Rayhan Pratama dan Dare Agiesta Putri Shahira.
Juara 1 Dare Pontianak 2026, Farras Dila, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia berkomitmen untuk mendedikasikan masa tugasnya guna mengajak generasi muda agar lebih mencintai dan membudayakan adat istiadat khas Kota Pontianak.
Menurut Farras, persiapan menuju malam final terbilang cukup panjang, dimulai sejak tahap audisi pada bulan Juli lalu. Tantangan terbesar yang ia rasakan selama mengikuti ajang ini adalah mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking).
“Dalam audisi ya seperti ini, ngomong di depan publik. Jadi di ajang ini juga saya belajar public speaking tentunya. Kita harus lebih bersemangat lagi untuk mempromosikan adat istiadat serta pariwisata yang ada di Kota Pontianak,” ujar Farras.
Sementara itu, Juara 1 Bujang Pontianak 2026, Jibril Cisse Alindra, menyampaikan tekadnya untuk fokus memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini.
Ia menyoroti pentingnya mengenalkan berbagai potensi lokal yang belum tersentuh jangkauan luas oleh masyarakat, seperti produk kerajinan di dekranasda.
“UMKM yang ada di Kota Pontianak akan kita promosikan agar relevan juga dengan generasi muda saat ini. Salah satu contohnya kita punya dekranasda, cuma kan masih belum terjamah dan banyak masyarakat yang belum tahu. Tugas saya ke depan adalah mempromosikan UMKM ini,” kata Jibril.
Jibril mengaku persiapannya memakan waktu cukup lama sejak 4 Juli lalu, diisi dengan latihan intensif hingga larut malam. Di balik perjuangannya, ia merasa tertantang sekaligus senang bisa bertemu dan belajar langsung dari banyak figur profesional yang berpengalaman.
Jibril menitipkan pesan khusus kepada seluruh anak muda di Kota Pontianak agar senantiasa menjaga warisan budaya, sektor pariwisata, serta bangga menggunakan produk lokal buatan daerah sendiri.
“Jaga warisan budaya kita, pariwisata juga. Terus jangan malu pakai produk lokal, karena produk kita adalah produk kita semua,” pungkasnya.















