NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Limbah kulit buah dan sayuran yang sehari-hari dihasilkan rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk sekaligus dimanfaatkan untuk mendukung budidaya sayuran di pekarangan. Gagasan tersebut diterapkan tim Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama PKK Kelurahan Sungai Jawi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Mengusung tema “Inovasi Media Tanam Bio-Aktif dan POC Limbah Rumah Tangga untuk Mendukung Kemandirian Pangan PKK Kelurahan Sungai Jawi Pontianak”, kegiatan ini diikuti 15 anggota PKK dan turut dihadiri Ketua RT setempat. Program PKM diketuai Rini Suryani, S.P., M.P., dengan anggota Ir. Edy Syafril Hayat, M.P. dan Ir. Agus Suyanto, M.MA., serta melibatkan mahasiswa Universitas Panca Bhakti dalam pelaksanaan dan pendampingan kegiatan.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Bhakti, Dr. Ir. Ekawati, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, Ekawati menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta teknologi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, hasil pemikiran dan keilmuan dosen dapat diterapkan untuk membantu menjawab kebutuhan yang ada di masyarakat,” ujar Ekawati.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan melalui pendanaan Universitas Panca Bhakti sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mendorong dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif dan memberikan dampak langsung kepada mitra.
Ketua Tim PKM, Rini Suryani, mengatakan kegiatan dirancang untuk mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah. Limbah dapur berupa kulit buah dan sisa sayuran yang biasanya dibuang dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik cair (POC) dan digunakan kembali untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah cara pandang terhadap limbah rumah tangga. Limbah kulit buah dan sayuran dapat diolah menjadi pupuk, kemudian dimanfaatkan untuk menanam sayuran di pekarangan. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga dapat mendukung ketersediaan pangan keluarga dari rumah sendiri,” jelas Rini.

Selain mempraktikkan pembuatan POC, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan media tanam bio-aktif yang memanfaatkan sekam padi fermentasi, arang sekam, cocopeat, dan tanah. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan media yang porous, mampu menjaga kelembapan, serta mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura.
Program pemberdayaan tidak berhenti pada aspek produksi dan budidaya. Anggota PKK juga dibekali pengetahuan mengenai pembuatan logo dan desain kemasan. Pendampingan ini diberikan agar POC dan media tanam bio-aktif yang mampu diproduksi secara mandiri tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri, tetapi ke depan dapat dikembangkan menjadi produk dengan identitas dan kemasan yang lebih menarik serta memiliki peluang untuk dipasarkan.
“Harapannya, peserta tidak hanya mampu membuat dan menggunakan produk untuk kebutuhan budidaya sendiri. Jika produksi dapat dilakukan secara berkelanjutan, POC dan media tanam bio-aktif dapat dikemas dengan baik sehingga memiliki nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi anggota,” tambah Rini.

Ketua kelompok mitra, Farida, S.H., menyambut positif kegiatan tersebut karena peserta memperoleh keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Menurutnya, pelatihan memberikan pengalaman baru bagi anggota, mulai dari memanfaatkan limbah hingga menyiapkan produk agar lebih menarik.
“Kami belajar bahwa limbah dapur yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi POC untuk tanaman. Kami juga belajar membuat media tanam serta membuat logo dan kemasan agar produk lebih menarik. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan oleh anggota,” ujar Farida.
Ketua RT setempat turut mengapresiasi kegiatan UPB yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi warga. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan di rumah. Kami berharap pekarangan warga semakin produktif dan kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Mahasiswa Universitas Panca Bhakti turut terlibat dalam mendampingi peserta selama kegiatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran di luar kampus sekaligus memberikan pengalaman dalam menerapkan pengetahuan secara langsung bersama masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Panca Bhakti mendorong terbentuknya pola pemberdayaan yang berkelanjutan, yaitu limbah rumah tangga diolah menjadi input pertanian, pekarangan dimanfaatkan sebagai sumber pangan, dan hasil inovasi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti setelah pelatihan. Anggota PKK dapat terus memproduksi dan memanfaatkan POC serta media tanam bio-aktif secara mandiri. Dari pekarangan rumah, kita dapat membangun kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga,” ujar Rini.
















