banner 728x250
Berita  

GAHARU Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Warga untuk Wujudkan Kampung Yuka Berkelanjutan

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK — Gerakan Pembaharu (GAHARU) Pontianak mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah kota, masyarakat sipil, dan warga untuk mewujudkan Kampung Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, sebagai kawasan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi salah satu agenda pertemuan antara Ashoka Indonesia, Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), JustSystems, Wali Kota Pontianak, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Pontive Center Pontianak.

Koordinator GAHARU Pontianak Octavia Shinta Aryani mengatakan pertemuan ini menjadi bagian dari program SAMA-SAMA yang diinisiasi Ashoka Indonesia dan CIPG, dengan dukungan JustSystems dan Ford Foundation.

“Kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan serta pembangunan berkelanjutan melalui pertukaran perspektif dan pembelajaran bersama,” kata Shinta di Pontianak dalam siaran pers Rabu (21/10/2026).

GAHARU bersama dua kohort organisasi masyarakat sipil (CSO) di Pontianak mengembangkan inisiatif kolaboratif di Kampung Yuka. Mereka mengintegrasikan pengelolaan lingkungan hidup, promosi kesehatan, informasi dan komunikasi, serta pengembangan ekonomi kreatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat.

Melalui pertemuan ini, para pihak akan membahas perkembangan inisiatif Kampung Yuka, mengidentifikasi tantangan pelaksanaan program, serta merumuskan peluang kolaborasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan.

Libatkan lintas sektor

Pertemuan ini melibatkan sejumlah OPD Pemerintah Kota Pontianak, antara lain Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kesehatan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Camat Pontianak Barat dan Lurah Sungai Beliung juga masuk dalam daftar peserta.

Selain pemerintah, kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi, lembaga sosial, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas.

Sejumlah peserta antara lain Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, LAZISMU Kalimantan Barat, Eco Bhinneka Muhammadiyah, PPSW Borneo, PEGAS PEKKA, Yayasan Kolase, Akademi Ide Kalimantan, Akademi Anak Desa, Pena Borneo, dan Yayasan Webe.

Tim Ashoka Indonesia dan CIPG juga akan bertatap muka dengan perwakilan warga Kampung Yuka pada 21 Oktober malam. Tim ini akan menyimak cerita langsung dari warga Yuka tentang kolaborasi dengan Tim Gaharu dalam mewajudkan mimpi bersama Kampung Yuka yang sehat, bersih, maju, dan sejahtera.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut membuka ruang untuk menyelaraskan program, berbagi pengalaman, dan memperkuat dukungan lintas sektor terhadap inisiatif warga.

Membangun perubahan dari kampung

GAHARU merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong perubahan sosial dan ekologis berbasis masyarakat. Melalui pengembangan Kampung Yuka, gerakan ini berupaya menciptakan ruang bagi warga untuk belajar, berinovasi, memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan, serta membangun aksi kolektif.

Kolaborasi pemerintah dan masyarakat sipil menjadi penting agar inisiatif warga tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek. Dukungan kebijakan, koordinasi antarlembaga, dan keterlibatan aktif masyarakat diperlukan untuk memperluas dampak program serta menjaga keberlangsungannya.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyepakati langkah konkret untuk memperkuat inisiatif Kampung Yuka dan menjadikannya ruang pembelajaran bersama bagi pembangunan sosial dan ekologis yang berkelanjutan. (*)

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *