banner 728x250

Bazar Durian Jembongko dan Balai Karangan di Pontianak Berikan Garansi Bagi Pembeli

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Bazar buah durian BK di Jalan Gusti Hamzah nomor 18 (Jalan Pancasila) Pontianak, Kalimantan Barat diserbu warga. Lapak milik Edy Hartono bersama Yenna ini menyiapkan ribuan buah durian Jembongko dan Balai Karangan yang hadir setiap sore.

Bazar Durian BK ini tidak hanya menjual rasa,. tetapi juga profesional. Bagi sebagian orang, membeli durian banyak yang merasa khawatir akan mendapatkan buah yang hambar, mentah, atau bahkan busuk di dalam. Namun, di lapak Buah BK, hal itu tidak berlaku. Edy Hartono (45), seorang pegiat sekaligus penjual durian, telah mengubah cara masyarakat menikmati durian lokal Kalimantan Barat dengan standar kualitas yang ketat.

banner 1024x1500

Ketelitian Edy dalam memilih buah bukan datang dalam semalam. Sejak 20 tahun, ia telah melakukan eksplorasi dan pemetaan di sepanjang hamparan Sungai Sekayang. Selama hampir 20 tahun, ia keluar-masuk desa untuk mencari titik-titik buah durian terbaik.

“Saya sudah petakan di mana titik-titik durian terbaik itu tempatnya. Durian yang kami ambil harus memiliki daging yang tebal dan warna yang menarik,” kata Edy di lapak Basar Durian BK, Kamis (25/12/2025).

Meski masyarakat sering membedakan antara Durian Jembongko dan Balai Karangan, Edldy menjelaskan bahwa keduanya berasal dari hamparan yang sama. Jembongko merupakan sebuah dusun di Kecamatan Kembayang yang dahulu merupakan bagian dari wilayah Balai Karangan. Baginya, asal-usul penting, namun kualitas isi adalah yang utama.

Garansi Membeli Durian
Salah satu daya tarik utama Buah BK adalah prinsip transparansi. Edy tidak ingin pembeli merasa seperti membeli “kucing dalam karung”. Ia menerapkan sistem sortir yang sangat ketat dari para petani mitra.

Eddy bekerja sama dengan sekitar 32 petani dari 34 desa di Balai Karangan dan 38 desa di Kembayang. Setiap petani menyuplai sekitar 30 hingga 50 buah per hari, namun hanya yang berkualitas premium yang masuk ke lapaknya. “Kalau mentah, tawar, rusak, atau ada ulat, silakan ditukar. Kami memberikan garansi,” tegasnya.

Dari Lapak Hingga Ibu Kota
Sejak menetap di lapak permanen sekitar tahun 2021 (setelah sebelumnya berjualan di kawasan Jalan Penjara Pontianak), bisnis Eddy terus berkembang pesat. Dalam satu hari di musim puncak, ia mampu menjual sekitar 1.000 hingga 1.200 butir durian berkualitas.

Meski saat ini belum merambah pasar ekspor karena kendala regulasi, durian hasil kurasi Eddy telah merambah pasar nasional. Nama Balai Karangan kini harum hingga ke Jakarta.

“Dalam satu musim, saya bisa mengirim sekitar 7.000 sampai 8.000 kotak keluar kota, terutama ke Jakarta,” ungkap Eddy.

Dengan harga yang dipatok mulai dari Rp25.000 hingga Rp80.000 per buah, Eddy Hartono membuktikan bahwa durian lokal mampu bersaing dengan durian impor, asalkan dikelola dengan kejujuran dan standar kualitas yang tinggi. Bagi Eddy, kepuasan pelanggan saat membuka buah yang kuning dan tebal adalah pencapaian tertingginya selama 20 tahun berkelana di hutan Borneo.

Sementara itu, Owner Buah BK, Yenna juga menegaskan, Buah BK menyajikan durian berkualitas asli dari Jemongko dan Balai Karangan. “Kami juga menjamin jika ada mentah, berulat silakan tukar dan datang ke Jalan Pansacila di Bazar Durian Buah Khatulistiwa. Jam 3 sore sudah hadir jika tidak ada kendala arus lalu lintas. Biasanya 1.200 buah habis dalam 3 jam, kami buka sampai habis,” ungkapnya.

Selain bisa datang langsung ke lokasi, penjual juga melayani pemesanan secara online. Hal ini untuk mempermudah akses antara pedagang dan pembeli.
“Kalau mager, bisa memesannya kepada admin Buah BK yang akan difasilitasi untuk jasa pengantarannya melalui ojek online (ojol),” ungkapnya.

Satu diantara warga yang membeli durian Jembongko dan Balai Karangan di lapak Durian BK, Miftahul Khoir (43) mengaku senang, karena ada pelayanan penjualan durian dengan sistem bergaransi.
“Saya beli durian langsung makan dan menurut saya pasti enak. Jadi kalau nggak enak, tawar, langsung diganti. Tadi saya kan ada dapat yang tawar, lngsung diganti 100 persen. Jadi saya ini kan tidak pandai pilih durian bagus. Jadi terbantukanlah dengan adanya sistem beli durian yang garansi 100 persen, tidak tipu-tipu,” ucapnya.

Warga berharap agar para penjual buah durian di Kota Pontianak bisa mencontoh dan menerapkan sistem yang sama agar para pembeli tidak merasa ragu sehingga mampu mendatangkan lebih banyak pembeli.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *