banner 728x250

Gus Yahya Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Warganet Bilang Tak Manut Kiai

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM – Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang meminta KH Yahya Cholil Staquf atau yang dikenal Gus Yahya untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PBNU. Namun secara blak-blakan, Gus Yahya menolak risalah itu. Bahkan Gus Yahya menyatakan, bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mengundurkan diri.

Hal itu, ia sampaikan karena alasan mendapat amanah muktamar sehingga tidak bisa ditinggalkan begitu saja sehingga Gus Yahya bersikekeh tetap akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai ketua umum PBNU sampai lima tahun.

banner 1024x1500

“Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur. Karena saya mendapatkan amanah dari muktamar untuk lima tahun, pada muktamar ke-34 lalu,” kata Gus Yahya usai mengumpulkan seluruh ketua PWNU se-Indonesia di Surabaya, Senin (24/11/2025).

Gus Yahya menganggap, bahwa permintaan dirinya untuk mundur tidaklah relevan, jika berlandaskan dengan mandat Mukhtamar.

“Saya mendapatkan mandat lima tahun dan akan saya jalani lima tahun. Insyaallah saya sanggup. Maka saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur,” tegasnya.

Tidak hanya itu, alasan lain yang disampaikan Gus Yahya adalah karena dirinya mengaku masih belum menerima secara langsung dokumen fisik dari syuriah terkait isi risalah dan permintaan untuk mengundurkan diri.

“Saya belum menerima secara fisik surat apapun dari Syuriah. Sampai sekarang secara fisik belum menerima,” kata Gus Yahya.

Informasi inipun kemudian viral di berbagai platform media, bahkan di berbagai media sosial banyak warganet berkomentar bahwa Gus Yahya telah inkar dengan ucapannya sendiri.

Dimana waktu itu Gus Yahya pernah bilang, “Barang siapa tidak ada penghormatannya terhadap maqom rais ‘aam, maka batal baiatnya,” kata Gus Yahya disampaikan dihadapan peserta Munas Konbes NU di Asrama Haji Pondok Gede pada Selasa 19 September 2023 lalu.

Dan kini ucapannya itu, oleh warganet dikembalikan lagi ke Gus Yahya, karena dianggap tidak manut kepada kiai. Hal ini dimaksudkan ialah, karena Gus Yahya tidak mau mengikuti perintah dari kiai yakni Syuriah PBNU yang telah mengeluarkan risalah rapat harian kepada Gus Yahya untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PBNU. Namun Gus Yahya menolak secara mentah-mentah risalah itu.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *