banner 728x250

Kronologi Penemuan Anggota TNI Meninggal Dunia Gantung Diri

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK: Wakil Komandan Yonif TP882/Hulubalang, Kapten Inf Freddy Prantino mengungkapkan, kronologi penemuan salah satu anggota TNI berinisial RT dalam kondisi meninggal dunia.

Almarhum merupakan salah satu anggota TNI yang sedang menjalani masa pendidikan di satuan Yonif TP882/Hulubalang, Desa Tembang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan baru-baru ini mendapat sorotan publik.

banner 1024x1500

Pihak satuan memberikan keterangan resmi mengenai kronologi penemuan jenazah hingga proses pemakaman untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Wakil Komandan Yonif TP882/Hulubalang, Kapten Inf Freddy mengungkap, bahwa peristiwa bermula pada Jumat (12/12/2025) pagi, saat dirinya mendapat laporan mengejutkan terdapat seorang anggota ditemukan dalam posisi tergantung di area kamar mandi. Mendapat laporan tersebut, ia segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
“Di lokasi sudah kami lihat betul ternyata posisi Almarhum sudah dalam posisi tergantung. Ada tali di leher,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Menindaklanjuti temuan ini, pihak satuan segera mengambil langkah-langkah prosedural yakni laporan cepat kejadian kepada Komandan Brigade Infantri IX/Khatulistiwa sebagai atasan langsung. Kemudian, melakukan pengamanan TKP. “Area kejadian langsung disterilkan dan dilarang dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan hingga pihak berwajib tiba,” katanya.

Setelah itu, proses penurunan jenazah dilakukan sepenuhnya oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) bersama tim medis dari RS Kartika Husada.

Menanggapi isu yang beredar, Komandan Yonif TP882/Hulubalang, Kapten Inf Freddy menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Hal ini diperkuat dengan pendampingan langsung pihak keluarga yang telah melihat kondisi jenazah di rumah sakit.

“Sangat tidak mungkin ada kekerasan. Almarhum adalah seorang Komandan di satuannya. Di lokasi tersebut terdapat 114 Bintara dan 507 Tamtama, sementara perwiranya hanya Danyon dan Wadan, dibantu tiga pembina. Secara internal, kami pastikan tidak ada indikasi tekanan fisik,” tegasnya.

Jenazah almarhum telah dipulangkan ke kampung halamannya di Sekadau, Kalimantan Barat. Prosesi pemakaman dilakukan dengan pendampingan penuh dari Komandan Batalyon hingga selesai. Pihak TNI menyatakan bahwa jika terdapat permasalahan di luar kedinasan, hal tersebut berada di luar pantauan langsung satuan, namun secara prosedur kedinasan, semua langkah penanganan telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *