banner 728x250

Bantuan Alat Pertanian Dorong Semangat Petani Wujudkan Ketahanan Pangan

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK: Rasa bahagia terpancar dari wajah para petani di Kota Pontianak setelah menerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari pemerintah kota Pontianak. Bantuan ini dinilai menjadi angin segar bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas hasil tani mereka, terutama dalam proses pengolahan pasca-panen.

Satu diantara petani yang menerima bantuan Alsintan, Masdewar, mengungkapkan rencana penggunaan alat tersebut untuk membantu proses panen padi. Menurut Masdewar, alat yang diterima akan sangat membantu dalam proses merontokkan padi (merampas) agar lebih cepat dan efisien.

banner 1024x1500

“Terima kasih atas bantuan ini. Nanti setelah mendapatkan alat ini, akan langsung digunakan untuk merontokkan padi. Lahannya sudah ada dan kami sudah siap bekerja,” ujar Masdewar.
Masdewar menjelaskan bahwa pemanfaatan bantuan ini tidak dilakukan secara perorangan, melainkan dikelola bersama oleh kelompok tani. Di wilayahnya sendiri, bantuan ini akan dimanfaatkan oleh puluhan petani yang tergabung dalam manajemen kelompok guna memastikan seluruh lahan tergarap dengan merata.

“Pemanfaatannya secara berkelompok. Ada sekitar 23 kelompok yang akan menggunakan alat ini di lahan-lahan yang tersedia,” tambahnya.

Meski telah mendapatkan bantuan alat modern, Masdewar tidak menampik bahwa petani di lapangan masih menghadapi tantangan alam yang cukup berat. Saat ini, kendala utama yang dihadapi para petani di Kota Pontianak adalah serangan hama.

“Kendalanya saat ini adalah ulat. Hama ulat yang berdatangan itu yang sedang kami hadapi di lahan,” ungkapnya.

Kehadiran Alsintan ini diharapkan dapat meringankan beban kerja petani sehingga mereka bisa lebih fokus dalam melakukan pemeliharaan tanaman dan penanganan hama. Dengan proses panen yang lebih singkat berkat bantuan mesin, para petani optimis hasil produksi tahun ini dapat lebih maksimal untuk mendukung ketersediaan pangan di Kota Pontianak.

Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Mochamad Yamin, mengungkapkan bahwa bantuan kali ini menyasar kurang lebih 22 kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Berbagai alat modern diberikan untuk mempercepat proses produksi para petani lokal.

“Alhamdulillah, kami memberikan bantuan alat dan mesin kepada kurang lebih 22 kelompok tani. Ada alat penanam jagung, penanam padi, hingga alat pemipil jagung dan padi. Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan mendukung program strategis Bapak Presiden,” ujar Mochamad Yamin.

Kontribusi Pontianak untuk Swasembada Pangan

Meski secara geografis Kota Pontianak memiliki luasan wilayah yang kecil dibandingkan kabupaten lain, Yamin menegaskan bahwa keterbatasan tersebut bukan halangan untuk berkontribusi pada program Astacita terkait ketahanan pangan.

“Walaupun Kota Pontianak ini kecil dan luasannya tidak besar, kita ingin sedikit banyak bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara berkaitan dengan ketahanan pangan dan swasembada pangan di Republik Indonesia,” tambahnya.

Pemetaan Lahan: Barat untuk Padi, Timur untuk Sayuran

Terkait data lahan, Yamin memaparkan bahwa saat ini Kota Pontianak memiliki total lahan pertanian hampir mencapai 400 hektare. Dari total tersebut, terdapat pembagian fokus komoditas berdasarkan karakteristik wilayah kecamatan:

Yakin menyebut, berdasarkan data seluas 185 hektare, di mana konsentrasi terbesarnya berada di wilayah Kecamatan Pontianak Barat.
Kemudian, berpusat di wilayah Pontianak Utara yang menjadi salah satu penyumbang sayur-sayuran terbesar untuk kawasan pantai barat Kalimantan Barat.

“Pusat sawah memang banyak di Pontianak Barat, sedangkan di wilayah Utara itu adalah pusat sayur-sayuran. Itu salah satu penyumbang sayuran terbesar yang ada di pantai barat saat ini,” ungkap Yamin.

Melalui bantuan Alsintan ini, Pemerintah Kota Pontianak optimis produktivitas pertanian di kedua wilayah tersebut dapat terus meningkat meski di tengah tantangan alih fungsi lahan perkotaan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengungkapkan, dengan penggunaan teknologi modern ini, diharapkan proses produksi menjadi lebih efisien dan efektif.

Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, Bahasan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya maksimal mendukung program prioritas nasional. Hal ini selaras dengan program Astacita Presiden RI terkait kedaulatan pangan, khususnya untuk komoditas padi dan jagung.

Bahasan menjelaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi para petani. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi sekaligus membantu efektivitas kerja di lapangan.

“Kami ingin para petani lebih punya motivasi dan semangat untuk terus membangun pengabdiannya di sektor pertanian. Dengan alat-alat modern ini, produktivitas tentu akan jauh lebih besar dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional,” ujar Bahasan.

Sinergi dengan Program Astacita Pusat
Terkait korelasi dengan program ketahanan pangan nasional, Bahasan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen penuh menyukseskan program Astacita Presiden RI. Meskipun Pontianak menghadapi tantangan keterbatasan lahan perkotaan, komoditas padi dan jagung tetap menjadi prioritas.

“Kami terus berikhtiar memberikan support terhadap program pemerintah pusat. Walaupun lahan terbatas, kami maksimalkan agar tetap bisa menyokong kebutuhan pangan nasional. Untuk penanaman padi sendiri, kita targetkan produksi mencapai 800 ton dalam setahun,” tambahnya.

Proteksi Lahan Pertanian di Pontianak Utara
Menanggapi pesatnya pertumbuhan pemukiman yang mengancam lahan hijau, Bahasan memastikan bahwa wilayah Pontianak Utara akan tetap dipertahankan sebagai kawasan agribisnis dan zona hijau.

Ia menekankan bahwa perlindungan lahan pertanian ini sudah memiliki payung hukum yang kuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwa) yang telah diatur sejak periode kepemimpinan sebelumnya.

“Kawasan Pontianak Utara tetap kita pertahankan sebagai agregat bisnis pertanian. Sudah ada Perwa-nya, dan ini merupakan kawasan hijau yang harus kita proteksi demi keberlangsungan pangan di Kota Pontianak,” tegasnya.

Aksi Nyata di Nipah Kuning
Sebagai bagian dari gerakan serentak nasional, sebelumnya juga telah dilaksanakan penanaman simbolis di kawasan Nipah Kuning yang terhubung secara virtual (Zoom) dengan pemerintah pusat. Hal ini mempertegas posisi Pontianak sebagai kota yang tetap produktif di sektor pertanian meski di tengah dinamika pembangunan kota.

Menanggapi pesatnya pembangunan pemukiman yang mengancam lahan pertanian di Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi Kalimantan Barat, Bahasan memastikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak sudah menerapkan beberapa wilayah zona hijau untuk pertanian, seperti di wilayah Pontianak Utara yang akan tetap dipertahankan sebagai kawasan agribisnis dan zona hijau.

Menurut Bahqsan, komitmen menjaga lahan ini sudah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwa) yang telah ada sejak masa kepemimpinan sebelumnya dan terus dilanjutkan hingga saat ini.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *