NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK, 10 Maret 2026 — Kepala Bidang Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat, Didi Darmadi, menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus FDKI IAIN Pontianak, Pontianak, pada 9–11 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Didi menyampaikan materi tentang peran dai dalam mencegah radikalisme di tengah masyarakat. Menggunakan pendekatan Penthahelix, Ia menegaskan bahwa radikalisme harus menjadi perhatian bersama agar tidak terus berkembang dan mengganggu ketenangan kehidupan sosial.
Menurut Didi, gejala yang muncul saat ini menunjukkan bahwa gerakan radikal masih hidup dan tetap menjadi ancaman di tengah masyarakat. Penyebaran paham radikalisme, juga menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar.
“Radikalisme di tengah masyarakat harus menjadi perhatian semua pihak agar tidak berkembang. Gejala hari ini menunjukkan gerakan radikal masih hidup dan menghantui ketenangan masyarakat,” ujarnya seraya menunjukkan contoh peristiwa SMAN 72 Jakarta, dan SMPN 3 Kubu Raya.
Didi mengingatkan dai memiliki posisi strategis dalam membantu negara dan masyarakat menangkal penyebaran paham radikalisme. Kekerasan bukanlah jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan.
“Dai harus membantu pemerintah menangkal penyebaran paham radikalisme, karena kekerasan itu bukan jalan keluar menyelesaikan persoalan. Kekerasan justru menimbulkan masalah keamanan. Apalagi, radikalisme itu dapat menjadi pintu masuk penyebaran paham terorisme,” katanya.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pendekatan dakwah yang sejuk dan menenangkan masyarakat. Model dakwah seperti itu sejalan dengan teladan Rasulullah SAW dalam menyampaikan ajaran Islam. “Dai-dai harus mengembangkan dakwah yang menyejukkan, meniru pendekatan dakwah yang dilakukan Rasulullah,” ucapnya.
Sementara itu, Dekan FDKI IAIN Pontianak, Yusriadi, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadan ini merupakan bagian dari ikhtiar fakultas untuk menyiapkan calon-calon dai yang memahami konteks dakwah secara baik sekaligus memiliki wawasan tentang keragaman masyarakat.
Menurutnya, lulusan FDKI kelak akan menjadi salah satu lapisan penting dalam kehidupan social. Sebagai pendakwah, mereka tidak hanya kuat ilmu agama, tetapi juga menjadi panutan dalam ucapan dan tindakan.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar FDKI untuk menyiapkan calon-calon dai yang memahami konteks dakwah dengan baik dan memiliki wawasan mengenai keragaman masyarakat. Lulusan FDKI sebagai calon pendakwah kelak akan menjadi lapisan penting dalam masyarakat, karena mereka menjadi panutan dalam lisan maupun tindakan bagi orang-orang di sekitarnya,” ujarnya. (Rilis).
















