NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak untuk meninjau hasil revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SDN 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam kunjungannya, Menteri meresmikan sejumlah sekolah yang telah rampung direvitalisasi pada tahun 2025 sekaligus menyerahkan bantuan untuk program tahun 2026.
Salah satu lokasi peninjauan adalah SD Negeri di Kecamatan Pontianak Timur. Di sana, Mendikdasmen melihat langsung transformasi gedung sekolah yang sebelumnya berdinding kayu, kini telah berubah menjadi bangunan representatif yang nyaman bagi siswa.
“Kondisi sekolah yang jauh lebih baik ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan sarana prasarana yang representatif, anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar, dan orang tua pun akan lebih memberikan dukungan penuh,” ujar Prof. Abdul Mu’ti.
Gelontorkan Ratusan Miliar
Mendikdasmen memaparkan data bantuan revitalisasi tahun 2025 untuk Kalimantan Barat yang menyasar ratusan satuan pendidikan dengan total nilai bantuan yang sangat besar hingga ratusan miliar.
Diantaranya, ialah PAUD Sebanyak 19 unit dengan nilai anggaran Rp7,8 miliar, SD 138 unit sebesar Rp113,5 miliar, SMP 127 unit sebesar Rp189,9 miliar. Kemudian, SMA20 unit senilai Rp36,1 miliar, SMK 25 unit senilai Rp56,5 miliar, SLB 1 unit senilai Rp1,2 miliar, SKB/PKBM 3 unit senilai Rp2,1 miliar, Unit Sekolah Baru (USB) SMA 2 unit sebesar Rp16,3 miliar.
Khusus untuk Kota Pontianak pada tahun 2025, bantuan sebesar Rp27,4 miliar telah disalurkan untuk 17 satuan pendidikan yang mencakup TK, PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Progres Revitalisasi Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa proses verifikasi di Kalimantan Barat terus berjalan dengan target sasaran mencapai 1.227 satuan pendidikan di seluruh provinsi.
Sementara untuk Kota Pontianak, saat ini progres bantuan tahun 2026 sudah menyasar 14 sekolah. Sebagian besar di antaranya telah melalui tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan dalam proses pencairan dana.
“Untuk Kota Pontianak masih dalam progres. Mudah-mudahan jumlah sekolah yang menerima bantuan bisa terus bertambah,” pungkasnya.
















