NARASIKALBAR.COM, OLAHRAGA – Pelaksanaan Pontianak Futsal League (PFL) 2026 secara resmi ditutup di Sport Hall UPGRI Pontianak, Minggu 5 Juli 2026 malam. Liga Futsal yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan ini mengantarkan Tim RR FC sebagai juara pertama setelah mampu mengalahkan Muhajirin FC pada laga penutup. Sedangkan, posisi runner-up diraih Member Deva FC dan peringkat ketiga ditempati Muhajirin FC.
Kemudian, untuk Top Score dan Best Player diraih oleh Rahmat Dani, sementara untuk Best Goal Kepper diraih oleh Muhammad Rafiansyah masing-masing pemain dari RR FC.
Sebagaimana diketahui, bahwa ketiga tim pemenang tersebut memang merupakan kekuatan futsal Kota Pontianak yang diperkuat banyak pemain berpengalaman, termasuk mantan atlet Porprov.
Kompetisi yang diikuti 12 tim asal Kota Pontianak ini pun menjadi liga futsal pertama yang digelar di Kalimantan Barat dengan format kompetisi penuh.
Pada penutupan PFL 2026 ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPGRI Pontianak, Dr Rusdi mewakili Rektor UPGRI Pontianak, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalimantan Barat sekaligus mewakili KONI Kalbar, Fery Adrian Pangkey, serta Ketua Panitia Pontianak Futsal League 2026, Putra Sastaman, Sekretaris PSSI Kalbar, Robby Najini, ketua wasit AFK Kota Pontianak Erick Valentino dan direktur Zafi Property Andika salah sponsor dari Pontianak Futsal League 2026.
Dekan FPOK UPGRI Pontianak, Dr Rusdi, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan kompetisi yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan tersebut. Menurutnya, liga seperti ini menjadi wadah penting dalam menjaring bibit-bibit atlet futsal berbakat di Kalimantan Barat.
“Kami sangat senang event ini dapat terlaksana. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan untuk mencari bibit-bibit atlet Kalimantan Barat yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, UPGRI Pontianak juga membuka kesempatan bagi atlet berprestasi melalui program beasiswa jalur olahraga. Program tersebut ditujukan khusus bagi lulusan SMA yang memiliki prestasi di bidang olahraga, termasuk futsal.
“Setiap tahun kami mendapatkan kuota beasiswa dari pemerintah. Untuk Jurusan Pendidikan Jasmani sendiri sekitar 20 orang. Harapan kami semakin banyak atlet muda yang bergabung dan memperkuat tim futsal UPGRI Pontianak yang selama ini memiliki prestasi cukup baik,” katanya.
Rusdi juga menilai semakin banyak kompetisi digelar akan semakin meningkatkan semangat dan motivasi para atlet untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Sementara itu, Ketua AFP Kalbar, Fery Adrian Pangkey, menyebut Pontianak Futsal League 2026 sebagai sejarah baru bagi perkembangan futsal di Kalimantan Barat.
“Ini merupakan liga futsal pertama yang digelar di Kota Pontianak bahkan di Kalimantan Barat. Sebenarnya cita-cita ini sudah ada sejak 10 hingga 15 tahun lalu dan akhirnya bisa terwujud tahun ini,” ungkapnya.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun dengan sistem yang semakin kompetitif, termasuk menerapkan promosi dan degradasi sehingga membuka kesempatan bagi lebih banyak tim untuk tampil di kasta tertinggi futsal Kota Pontianak.
Menurut Fery, kompetisi yang berkesinambungan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas atlet. Ia juga mengingatkan para pemain untuk terus menjaga kondisi fisik dan rutin berlatih karena dalam waktu dekat akan menghadapi berbagai agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra Popnas hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“AFP Kalbar berkomitmen menggunakan 100 persen pemain asli Kalimantan Barat. Potensi pemain kita sangat besar. Bahkan belum lama ini ada pemain Kalbar yang dipanggil mengikuti seleksi Tim Nasional U-17 untuk keberangkatan ke Spanyol,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pemain lokal Kalbar yang mampu menembus kompetisi profesional, termasuk Pro Futsal League Indonesia.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pontianak Futsal League 2026, Putra Sastaman, menjelaskan kompetisi berlangsung selama 11 pekan dengan sistem liga penuh. Sebanyak 12 tim asal Kota Pontianak saling bertemu satu kali sehingga masing-masing tim memainkan 11 pertandingan.
“Pertandingan digelar setiap Sabtu dan Minggu, masing-masing tiga pertandingan setiap hari. Kami mengadopsi sistem kompetisi liga seperti Pro Futsal League agar para pemain mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Putra, evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun pertama akan menjadi dasar penyempurnaan regulasi pada musim berikutnya. Salah satunya dengan memperpendek durasi kompetisi serta menambahkan babak semifinal dan final agar persaingan semakin menarik.
“Kami berharap tahun depan kompetisi bisa selesai dalam waktu sekitar satu setengah bulan dengan regulasi yang lebih efektif dan tetap mengacu pada sistem liga profesional,” ujarnya.
“Semoga ke depan Pontianak Futsal League menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan lebih banyak atlet futsal berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional,” pungkasnya.
Pada pelaksanaan Pontianak Futsal League 2026 ini mendapatkan dukungan dari KONI, PSSI Asosiasi Futsal Provinsi ,Teras Production, Fisioterapi Gang Sehat,Zafi Property, Juragan Kaos, Inti Putra Qiasar, Transera dan Tiga Muda Borneo Sport EO sebagai pelaksana event.
















