banner 728x250

TERBARU Daftar Wisata Populer Pontianak, Dari Taman Hingga Tempat Bersejarah

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Berikut ini adalah daftar terbaru destinasi wisata populer pontianak yang telah kami rangkum.

Kota Pontianak merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat yang dikenal juga dengan sebutan “Khun Tien” dan dijuluki sebagai Kota Khatulistiwa karena dilintasi garis lintang nol derajat, di bagian utara Kota Pontianak, tepatnya di Siantan Kelurahan Batu Layang.

banner 1024x1500

Di Kecamatan Pontianak Utara inilah berdiri kokoh Tugu Khatulistiwa dari kayu Ulin sebagai tonggak garis ekuator yang di bangun pada tahun 1928 oleh seorang ahli geografi berasal dari Negara Belanda.

Selain dikenal karena Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak juga dikenal oleh sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas dan Landak yang kemudian di abadikan pemerintah daerah setempat sebagai lambang kota Pontianak.

Selain itu, masih banyak lagi destinasi wisata populer yang ada di Kota Pontianak menjadi rekomendasi bagi anda:

Berikut ini daftar wisata populer pontianak :

Tugu Khatulistiwa

Didirikan pertama kali oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1928 masih terbuat dari kayu Ulin atau kayu belian. Tugu khatulistiwa berdiri kokoh dengan tanda panah.

Tugu Khatulistiwa ini pun kemudian disempurnakan menjadi tugu yang dapat kita lihat secara sempurna seperti saat ini.

Tugu Khatulistiwa menandai, bahwa Kota Pontianak dilalui oleh potongan garis lintang 0 derajat. Hal ini dapat dibuktikan atau biasa disebut hari tanpa bayangan setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

Bahkan di bulan ini dilaksanakan event kulminasi matahari yang dibuktikan dengan mendirikan telor di kawasan Tugu Khatulistiwa.

Sungai Kapuas
Selain dikenal dengan sebutan Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia ini juga biasa disebut sungai Kapuas Buhang, atau sungai Batang Lawai (Laue), merupakan sungai yang membelah Kota Pontianak.

Disebut Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai ini memiliki panjang mencapai 1.143 km.

Waterfront

Waterfront

Waterfront City Pontianak atau biasa disebut promenade mengitari Sungai Kapuas. Pusatnya ada di Jalan Barito atau Kamboja, pelabuhan Senghie yang terkoneksi hingga ke taman Alun Kapuas Pontianak.

Di tempat ini disediakan beragam jajanan atau kuliner bahkan juga tersedia cafe terapung berdesain kapal lencang kuning serta tersedia kapal wisata untuk menyusuri sungai Kapuas.

Taman Alun Kapuas
Taman Alun Kapuas ini terletak di tepian Sungai Kapuas tepatnya di depan Kantor Wali Kota Pontianak Jalan Rahadi Usman.

Taman Alun Kapuas merupakan salah satu ruang publik terbuka hijau yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan udara asri pepohonan rindang.

Taman Akcaya
Menjadi salah satu tempat rekreasi, Taman Akcaya terletak di Jalan Prof Sultan Syahrir Kota Baru tepat berada di depan rumah adat Melayu dan tidak jauh dari rumah Radank

Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Melayu merupakan salah satu wisata ikonik andalan di Kota Pontianak. Terletak di pusat kota di Jalan Sultan Syahrir tempat ini merupakan pusat kebudayaan Melayu di Provinsi Kalimantan Barat yang resmi dibuka untuk umum pada tahun 2005.

Luas areanya mencapai sekitar 1,4 Ha dengan dilengkapi berbagai fasilitas dan memiliki banyak ruangan dengan fungsinya masing-masing. Ada juga ruang pustaka berisi kajian budaya serta perpustakaan dan ruang budaya untuk berbagai kegiatan kebudayaan.

Kemudian, masih ada banyak lagi ruangan lainnya yang tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi bangunan ini sekaligus dijadikan sebagai lokasi musyawarah bagi Majelis Adat Budaya Melayu atau MABM.

Makam Batu Layang
Disebut Makam Batu Layang karena menurut cerita konon batu yang ada di kawasan ini tidak menyentuh tanah atau mengapung diatas air sungai Kapuas.

Makam Batu Layang kini telah direnovasi dilengkapi dengan waterfront atau promenade serta stand UMKM di tepian Sungai Kapuas sehingga bisa bersantai dan melihat secara langsung pulau hanyut.

Museum Kalimantan Barat

Dibangun pada tahun 1974, Museum Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Yani Pontianak menyimpan berbagai benda peninggalan sejarah. Tercatat ada sekitar kurang lebih 6.276 koleksi yang merupakan barang peninggalan yang sangat kental dengan khasanah daerah Kalimantan Barat.

Masjid Jami’sulthan Syarif Abdurrahman Al Kadrie

Masjid Jami’ Pontianak atau dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman merupakan masjid tertua di Kota Pontianak.

Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771 Masehi, selain Keraton Kadriyah telat tidak jauh dari muara sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Masjid ini memiliki mimbar tempat khotbah yang mirip geladak kapal, pada sisi kiri dan kanan mimbar terdapat kaligrafi yang ditulis pada kayu plafon.

Bangunan ini masih utuh terbuat dari kayu Ulin atau kayu belian yang dibangun sejak Kesultanan pertama Kota Pontianak.

Keraton Kadriah

Keraton Kadariah (Keraton Qadriyah) merupakan istana Kesultanan Pontianak yang dibangun tahun 1771-1778 masehi. Sayyid Syarif Abdurrahman Al-Qadrie putra dari Habib Husein Al-Qadrie merupakan sultan pertama yang mendiami istana tersebut.

Keraton ini berada di dekat pusat Kota Pontianak dekat muara sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Karaton ini menjadi cikal-bakal lahirnya Kota Pontianak dan salah satu objek wisata sejarah. Dalam perkembanganya, keraton ini terus mengalami proses renovasi dan rekrontuksi hingga menjadi bentuk seperti saat sekarang ini. Bahkan Karaton Kadariah sudah ditetapkan sebagai cagar budaya Nasional.

Masjid Raya Mujahidin

Berdiri kokoh di Pusat Kota Pontianak. Masjid Raya Mujahidin menjadi landmark dari kota yang memiliki julukan Kota Khatulistiwa ini. Masjid yang berdiri sejak Januari 2015 ini menjadi masjid terbesar di Kalimantan Barat.

Rumah Radakng

Rumah Radakng adalah rumah panjang atau rumah adat bagi Suku Dayak yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Rumah ini merupakan rumah adat terbesar di Indonesia dan menjadi sebuah landmark bagi kota Pontianak setelah Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Sultan Syahrir.

Rumah Radakng memiliki ukuran panjang 138 meter dengan tinggi 7 meter. Lokasinya berada di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak.

Tugu Digulis

Monumen Sebelas Digulis Kalimantan Barat, disebut juga sebagai Tugu Digulis, Tugu Bambu Runcing, atau Tugu Bundaran Untan oleh warga setempat, merupakan sebuah monumen yang terletak di Bundaran Universitas Tanjungpura, Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Aloe Vera Center

Didirikan tahun 2002, Aloe Vera Center menjadi pusat budidaya tumbuhan Lidah Buaya (Aloe Vera) yang sudah digunakan berabad-abad untuk berbagai macam tujuan sejak 4.000 tahun yang lalu. Di Kota Pontianak, lidah buaya mulai dibudidayakan sekitar tahun 1990.

Kampong Tambelan Sampit

Tempat ini merupakan salah satu kampung tertua di Kota Pontianak, dengan kondisi yang kengsl akan peninggalan sejarah serta budaya masyarakat Melayu.

Di Kampung Tembelan Sampit pengunjung dapat melihat rumah-rumah tua di tepian sungai Kapuas.

Tembelan Sampit kini telah dijadikan sebagai kelurahan yang meliputi hingga ke Karaton Kadariah. Dimana rumah rutua di tempat ini ada yang mencapai 200 tahunan. Disebut Tembelan Sampit, di tempat ini menjadi asal kesenian hadrah atau tar yang dilestarikan sampai saat ini dan masih menjadi kesenian masyarakat melayu sangat sering ditampilkan pada setiap acara.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *