banner 728x250

Cegah Penyakit Lintas Batas, Karantina Aruk Musnahkan Ratusan Kilogram Media Pembawa Ilegal

banner 468x60

Aruk (27/04) – Karantina Kalimantan Barat lakukan tindakan pemusnahan massal terhadap komoditas ilegal asal Malaysia di wilayah PLBN Aruk. Karantina Kalimantan Barat secara konsisten menerapkan aturan ketat bagi setiap media pembawa yang melintas dari Malaysia ke Indonesia. Seluruh komoditas yang dimusnahkan tidak memiliki sertifikat kesehatan resmi serta tidak dilaporkan kepada petugas sehingga berpotensi membawa wabah penyakit berbahaya.

Tindakan tersebut menjadi implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Seluruh komoditas yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan intensif pada periode Januari hingga Maret 2026. Petugas karantina sebelumnya melakukan penahanan terhadap sejumlah media pembawa yang tidak memenuhi syarat administratif maupun teknis.

banner 1024x1500

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan dihancurkan sesuai dengan prosedur operasional standar. Langkah ini bertujuan agar media pembawa tersebut tidak lagi menjadi sumber penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Ferdi, Kepala Karantina Kalbar mengatakan bahwa pemusnahan dilakukan agat tidak membawa penyakit ke wilayah Kalbar. “Pemusnahan ini merupakan pesan kuat bagi semua pihak bahwa kami tidak memberikan ruang bagi komoditas ilegal yang berpotensi membawa penyakit ke wilayah Kalimantan Barat,” ungkap Ferdi.

Daftar barang yang dimusnahkan mencakup sekitar 300 batang bibit tanaman, termasuk nanas, kelapa, dan sawit. Petugas juga memusnahkan komoditas hewan berupa 15 kilogram daging berbagai jenis, mulai dari sapi hingga daging kelelawar, serta 240 paket daging babi olahan. Selain itu, produk perikanan berupa ikan asin dan udang seberat kurang lebih 100 kilogram.

Keberhasilan tindakan ini tidak lepas dari sinergi lintas instansi dan dukungan penuh dari masyarakat di sekitar wilayah perbatasan. Karantina Kalbar terus berkomitmen memperketat pengawasan di jalur masuk guna mencegah ancaman penyakit.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *