NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan penguatan karakter dan edukasi Hak Asasi Manusia bagi pelajar di SMAN 1 Pontianak. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Karakter, Etika Digital, dan Pencegahan Perundungan di Lingkungan Sekolah.”
Kegiatan disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Kalimantan Barat, Kristiana Meinalita Samosir, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar terhadap pentingnya penghormatan hak asasi manusia sejak dini, Senin (18/5/2026).
Dalam pemaparannya, Kristiana menekankan bahwa perundungan atau bullying tidak hanya terjadi secara fisik di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat muncul melalui ruang digital, seperti komentar negatif, unggahan yang merendahkan, hingga penyebaran konten di media sosial yang dapat melukai perasaan orang lain.
“Media sosial harus digunakan secara bijak. Apa yang kita tulis dan bagikan dapat berdampak pada orang lain. Karena itu, penting bagi para pelajar untuk menjaga etika dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun di dunia digital,” ujarnya di hadapan para siswa.
Selain membahas pencegahan perundungan, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika digital, membangun empati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para pelajar. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan terkait penggunaan media sosial dan cara menghadapi perundungan di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian HAM berharap para pelajar dapat menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sehari-hari.













