PONTIANAK — Arus globalisasi yang semakin berkembang membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari ekonomi, teknologi, pendidikan, sosial, budaya hingga politik. Di tengah keterbukaan tersebut, penguatan identitas kebangsaan menjadi penting agar masyarakat mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Budaya Nusantara merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk identitas bangsa. Keragaman suku, bahasa, tradisi, kesenian, kuliner hingga berbagai nilai kearifan lokal menjadi kekayaan yang membedakan Indonesia dari bangsa lain. Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Globalisasi tidak harus dipandang sebagai ancaman terhadap kebudayaan nasional. Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi justru dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, generasi muda dapat mempromosikan kesenian tradisional, pakaian adat, kuliner daerah, bahasa daerah serta berbagai tradisi Nusantara.
Namun, keterbukaan tersebut juga menghadirkan tantangan. Masuknya berbagai budaya asing secara cepat dapat memengaruhi pola hidup masyarakat, terutama generasi muda. Perubahan tersebut dapat terlihat dari gaya berpakaian, penggunaan bahasa, makanan, hiburan hingga pola interaksi sosial.
Mengikuti perkembangan zaman bukanlah persoalan selama masyarakat tetap memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai pengaruh yang masuk. Nilai-nilai positif dari budaya global dapat diterima dan dikembangkan, sementara hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila, norma sosial dan karakter bangsa perlu disikapi secara bijaksana.
Kalimantan Barat dan Kekayaan Budaya Nusantara
Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat. Berbagai kelompok etnis dan agama hidup berdampingan serta menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa identitas Indonesia dibangun dari berbagai perbedaan yang disatukan oleh semangat kebangsaan. Sikap saling menghormati, toleransi dan menjaga keharmonisan menjadi bagian penting dalam mempertahankan persatuan.
Pelestarian budaya lokal juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda Kalimantan Barat. Budaya Dayak dan Melayu, kesenian tradisional, kuliner daerah, pakaian adat serta berbagai tradisi lokal dapat diperkenalkan melalui media digital kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi pintu masuk budaya asing, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan identitas budaya Nusantara.
Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat
Budaya juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan ekonomi masyarakat. Berbagai produk lokal seperti makanan khas, kerajinan tangan, kain tradisional, produk pertanian dan hasil kreativitas masyarakat memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Pemanfaatan marketplace dan media sosial dapat membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk tersebut. Dukungan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus menjadi bentuk nyata dalam menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat dan warisan budaya.
Karena itu, pelestarian budaya tidak harus berhenti pada kegiatan seremonial. Kebudayaan dapat dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi.
Identitas Kebangsaan di Wilayah Perbatasan
Kalimantan Barat juga memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kawasan seperti Entikong menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan kedaulatan Indonesia.
Masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki peran strategis dalam mempertahankan identitas kebangsaan. Penguatan pendidikan, kebudayaan, ekonomi masyarakat dan pembangunan wilayah perbatasan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap memiliki keterikatan yang kuat dengan Indonesia.
Kehidupan masyarakat perbatasan menunjukkan bahwa identitas kebangsaan tidak hanya dibangun melalui simbol negara, tetapi juga melalui rasa memiliki, kebudayaan, kehidupan sosial dan kontribusi masyarakat terhadap pembangunan bangsa.
Menjaga Budaya, Menentukan Masa Depan Bangsa
Masa depan kebangsaan Indonesia sangat berkaitan dengan kemampuan generasi penerus dalam menjaga identitas di tengah perubahan global. Budaya Nusantara tidak boleh hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus ditempatkan sebagai sumber kekuatan untuk menghadapi masa depan.
Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan dan memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi digital dapat menjadi salah satu instrumen utama untuk mewujudkan hal tersebut.
Pada akhirnya, menjaga budaya Nusantara bukan berarti menolak perubahan. Justru, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia sembari tetap mengetahui akar identitasnya.
Budaya Nusantara, identitas kebangsaan dan masa depan Indonesia memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Ketika budaya dijaga, identitas diperkuat, dan generasi muda diberi ruang untuk berkembang, maka globalisasi tidak harus menjadi ancaman. Sebaliknya, globalisasi dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kekayaan budaya dan jati dirinya kepada dunia.
Oleh : Abdul Hamid Wakil Ketua V PKC PMII KALIMANTAN BARAT Peserta Pelatihan Kader Nasional XXI









