JAKARTA – Dewi Pertiwi menetapkan pendampingan perempuan dalam memperoleh dokumen kependudukan sebagai salah satu program kerja awal organisasi. Program ini dideklarasikan dalam acara peluncuran Dewi Pertiwi di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Ketua Umum Dewi Pertiwi, Fenty Noverita, mengatakan bahwa akses terhadap dokumen kependudukan merupakan hal penting bagi perempuan dan anak. Dokumen tersebut tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga dapat membuka akses terhadap berbagai layanan dan kesempatan.
Dalam pidatonya, Fenty menyoroti masih adanya perempuan yang menghadapi kesulitan dalam memperoleh dokumen kependudukan, termasuk akta kelahiran bagi anak-anak mereka.
“Sederhana kedengarannya. Selembar kertas. Tapi bagi seorang ibu, selembar kertas itu adalah nama bagi anaknya, dan pintu bagi masa depannya,” ujar Fenty.
Ia mengajak seluruh anggota dan pengurus Dewi Pertiwi untuk terlibat langsung dalam membantu perempuan yang membutuhkan pendampingan, termasuk di daerah masing-masing.
Menurut Fenty, kehadiran Dewi Pertiwi harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, program organisasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata.
Melalui program ini, Dewi Pertiwi berharap semakin banyak perempuan yang memperoleh haknya dan mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan.












