NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK — Penyelenggaraan turnamen Badminton tahun 2026 di Kota Pontianak mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kota Pontianak. Selain menjadi wadah menguji kemampuan para atlet daerah, ajang ini dinilai strategis untuk persiapan ajang yang lebih besar, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Pontianak, Syarif Rizal, berterima kasih kepada seluruh jajaran pengurus PBSI, panitia pelaksana, serta Pemerintah Kota Pontianak yang telah menginisiasi perhelatan ini.
“Ajang seperti ini memang seyogianya terus digulirkan. Paling tidak, enam bulan sekali harus dilakukan oleh Pemprov maupun Pemkot untuk menguji kemampuan para atlet bulutangkis di Kota Pontianak,” ujar Syarif Rizal.
Turnamen Badminton 2026 ini telah berlangsung 29 Oktober hingga 2 November 2026 di GOR Bulutangkis Bumi Khatulistiwa Pontianak. Pertandingan pada turnamen ini dibagi ke dalam tiga kategori usia, yakni kelas anak-anak, pemula, dan remaja, yang mencakup nomor tunggal putra dan putri.
Menurut Kadisporapar, turnamen kali ini terasa semakin kompetitif karena turut diikuti oleh peserta dari luar daerah, seperti Kabupaten Landak, Kubu Raya, Mempawah, hingga Sambas. Tingginya partisipasi antar wilayah ini dinilai ampuh untuk mengukur strategi, disiplin, dan tingkat latihan para pemain secara lebih terukur.
Syarif Rizal juga menyoroti pentingnya pengemasan acara (packing event) agar mampu menyedot perhatian penonton dari awal hingga akhir turnamen, sekaligus mendukung konsep sport center dan sport tourism di Pontianak.
Beberapa masukan teknis yang disampaikannya seperti penyesuaian jadwal penutupan agar tidak berbenturan dengan jam sekolah, hadirnya unsur hiburan, hingga peluang mendatangkan pemain tingkat nasional atau mantan atlet (legend) untuk sesi pertandingan eksibisi.
“Ke depan kami berharap ada open badminton yang melibatkan pemain veteran atau legend sebagai eksibisi. Jika kemampuan sponsorship kuat, kami bisa hadirkan pemain dari Jakarta untuk memotivasi atlet-atlet muda di sini,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa suksesnya perhelatan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas pihak, mulai dari dukungan Pemkot Pontianak, penyediaan fasilitas gedung oleh Pemprov Kalbar, sinergi Pengkot dan Pengprov PBSI, hingga kontribusi pihak ketiga/sponsor.
Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Kalbar, Joko Sularso, mengungkapkan bahwa usai gelaran kejuaraan ini, para atlet akan melanjutkan langkah menuju ajang Pra-Porprov untuk mewakili kabupaten/kota masing-masing, sebelum melangkah ke Kejuaraan Provinsi.
Joko menegaskan target utama PBSI Kalbarialaja mempertahankan dan meningkatkan prestasi di tingkat nasional, merujuk pada capaian tahun lalu saat atlet putri Kalbar, Steffi, berhasil menyabet Juara 1 di tingkat Kejurnas.
Untuk menjaga iklim kompetisi yang berkelanjutan, PBSI Kalbar merencanakan skema kalender kejuaraan rutin di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
“Kami mendorong agar 14 kabupaten/kota masing-masing dapat menggelar minimal satu kejuaraan open dalam setahun. Jadi, setiap bulannya ada agenda pertandingan yang bergulir di daerah,” ungkap Joko Sularso.
Selain itu, guna memajukan atlet Kalbar secara konsisten, Pengprov PBSI Kalbar berkolaborasi dengan para pengusaha dan sponsor untuk menggelar Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov).
“Insya Allah Pelatprov akan segera kita laksanakan atas dukungan seluruh pecinta bulutangkis di Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Joko Sularso menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan dunia olahraga bulutangkis sembari menunggu surat persetujuan dari Gubernur Kalbar terkait pengelolaan Gor Bulutangkis Khatulistiwa untuk dikelola PBSI Kalbar.
“Berharap agar bisa segera dapat persetujuan Gubernur terkait pengelolaan GOR Bulutangkis Bumi Khatulistiwa Pontianak, karena untuk teknis lainnya seperti pembiayaan latihan bisa kami usaha secara mandiri, hanya saja kendalanya di lapangan saja,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Panitia Pelaksana, Ahmad Daud. “Alhamdulillah turnamen ini berjalan dengan lancar. Harapan kami dari pemerintah bisa membuka akses gedung bulutangkis ini,” ujarnya.
Daud kemudian juga berharap adanya peningkatan menjadi lima lapangan, pencahayaan, serta akses untuk masyarakat.
Kejuaraan badminton ini atas kolaborasi pengurus PBSI tingkat provinsi dan kota, serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) yang diinisiasi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.














