banner 728x250

Tim PKM UPB Dorong Pertanian Berkelanjutan di Sungai Rengas: Inovasi Pupuk Lokal dan Digitalisasi Pasar

Penggunaan mesin pencacah Eceng gondok
banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, KUBU RAYA – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Panca Bhakti (UPB) melaksanakan kegiatan pendampingan bagi petani di Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, melalui program bertajuk “Diseminasi Teknologi Trichokompos dan Manajemen Usaha Tani Digital untuk Produktivitas Cabai Rawit Berkelanjutan di Lahan Pasang Surut.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Rini Suryani, SP, MP selaku Ketua Tim PKM, dengan anggota Prof. Dr. Ir. Rahmatullah Rizieq, M.Si dan Rianti Ardana Reswari, SM, MM. Program berlangsung di Kelompok Tani Mekar Jaya Hortikultura yang diketuai oleh Khamarudin, kelompok tani yang menjadi penggerak utama produksi cabai rawit di Desa Sungai Rengas.

banner 1024x1500
Pelaksanaan pelatihan pembuatan trichokompos

Inovasi Trichoderma, Trichokompos dan Teknologi Tepat Guna

Salah satu inovasi utama yang diberikan adalah pelatihan pembuatan trichokompos menggunakan eceng gondok yang melimpah di Sungai Rengas dan kotoran ternak sebagai bahan baku.

Dalam program ini, kelompok tani juga menerima mesin pencacah kompos inovatif yang dilengkapi chopper. Mesin ini tidak hanya mampu mencacah eceng gondok dengan cepat, tetapi juga menghaluskan kompos sehingga menghasilkan tekstur yang lebih seragam dan siap diaplikasikan di lahan.

Selain itu, petani dilatih membuat biakan Trichoderma pada media beras untuk mengendalikan penyakit tanaman secara biologis. Pelatihan pembuatan trchokompos ini dipandu oleh Rini Suryani, SP, MP.

Petani mempraktikkan pembuatan Trichoderma biakan beras.

Digitalisasi Usaha Tani

Petani juga mendapatkan materi manajemen usaha tani dan pemasaran digital dari Prof. Dr. Ir. Rahmatullah Rizieq, M.Si, termasuk cara menghitung biaya, efisiensi input, dan memasarkan hasil panen melalui aplikasi sederhana. Petani juga diberikan pelatihan tentang strategi pemasaran yang disampaikan oleh Rianti Ardana Reswari, SM, MM.

Dengan keterampilan ini, petani diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual cabai rawit.
Harapan Keberlanjutan Program
Program ini akan dilanjutkan dengan demonstrasi plot penerapan trichokompos dan Trichoderma langsung di lahan pasang surut. Harapannya, kelompok tani dapat memproduksi pupuk organik sendiri secara berkelanjutan dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat posisi mereka di pasar.

Ketua Tim PKM, Rini Suryani, SP, MP, menegaskan pentingnya kemandirian petani. “Dengan adanya mesin pencacah kompos ini, petani bisa memanfaatkan eceng gondok yang selama ini menjadi gulma. Kami berharap teknologi ini mendorong petani untuk terus berinovasi, memproduksi pupuk sendiri, dan memasarkan hasil panen dengan cara modern,” ujarnya.

Apresiasi Petani dan Dukungan Pendanaan
Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Khamarudin, menyampaikan rasa terima kasih. “Program ini membantu kami dari hulu ke hilir, mulai dari membuat pupuk, mengolah bahan dengan mesin, sampai cara menjual cabai secara online. Ini membuka peluang besar bagi petani Sungai Rengas,” tuturnya.

Kegiatan ini didanai melalui program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Dukungan ini menjadi pendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan yang produktif dan ramah lingkungan.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *