banner 728x250
Berita  

Mengintegrasikan Multikulturalisme dan Kearifan Lokal dalam Konseling Islam: Seminar Nasional FUAD IAIN Pontianak

banner 468x60

Pontianak – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Aula IAIN Pontianak saat Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) menyelenggarakan Seminar Nasional Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Dengan tema “Konseling Multikultural Mempersatukan Kearifan Lokal Borneo dan Metode Modern,” acara ini menjadi panggung diskusi ilmiah yang mendalam dan inspiratif, mengundang akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Dekan FUAD, Dr. Cucu, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran konseling Islam dalam menyikapi tantangan global sekaligus memelihara nilai-nilai kearifan lokal.

banner 1024x1500

“Borneo memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan itu adalah modal besar untuk mengembangkan metode konseling yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kita saat ini,” ungkapnya.

Salah satu momen paling berkesan adalah pemaparan materi oleh Prof. Dr. Dra. Hj. Nurjannah, M.Si, guru besar dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sesinya, beliau mengupas krisis-krisis yang tercatat dalam Al-Qur’an, seperti banjir pada zaman Nabi Nuh, gempa bumi di era Nabi Musa, hingga fenomena angin topan yang melanda kaum Ad. Beliau menjelaskan bahwa bencana alam bukan sekadar peristiwa fisik, tetapi juga cerminan dari dinamika spiritual dan moral manusia.

“Al-Qur’an memberikan pelajaran mendalam tentang sebab-akibat dari kerusakan lingkungan, baik dari sisi material maupun immaterial,” ujar Prof. Nurjannah.

Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui dua perspektif: ilmu pengetahuan dan spiritual. Dari sisi pengetahuan, manusia diingatkan untuk menjaga alam sebagai bagian dari tugasnya sebagai khalifah, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Sedangkan dari sisi spiritual, menghindari sikap takabur, kufur nikmat, dan kemaksiatan menjadi langkah penting untuk mencegah datangnya bencana.

Seminar ini juga menghadirkan berbagai narasumber lain yang tak kalah menarik. Prof. M. Edi Kurnanto, M.Pd dari IAIN Pontianak membahas konseling multikultural yang berakar pada budaya lokal, sementara Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd dari Universitas Ahmad Dahlan memperkenalkan Virtual Art Counseling sebagai pendekatan inovatif di era digital. Dr. Hj. Fauziah, M.Pd, juga dari IAIN Pontianak, menyampaikan teknik komunikasi konseling melalui media sosial, relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Tidak hanya sekadar berbagi teori, seminar ini juga mengangkat wacana praktis tentang bagaimana kearifan lokal Borneo seperti semangat gotong royong, adat-istiadat, dan nilai kolektivitas dapat diintegrasikan ke dalam metode konseling Islam.

Peserta juga diajak berdialog tentang pentingnya memahami konteks budaya dalam setiap layanan konseling, terutama dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia.

Seminar ini menjadi ruang diskusi yang tidak hanya menggugah intelektualitas, tetapi juga membangkitkan semangat kolaborasi lintas bidang untuk memperkuat layanan konseling Islam. Dengan keberhasilan acara ini, FUAD IAIN Pontianak semakin memantapkan posisinya sebagai pusat pengembangan keilmuan yang mengedepankan integrasi nilai-nilai lokal dan modernitas.

“Ini bukan sekadar seminar, ini adalah langkah besar untuk memajukan konseling Islam yang relevan dan solutif,” pungkas Dr. Cucu dalam penutupan acara.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *