banner 728x250

Pemanfaatan Teknologi Soil Amendment dalam Budidaya Kangkung Darat pada Kelompok Tani Toga Gembira Kota Pontianak

banner 468x60

KBRN, Pontianak: Upaya peningkatan produktivitas pertanian hortikultura di wilayah perkotaan menjadi semakin krusial seiring meningkatnya kebutuhan pangan dan keterbatasan lahan subur di daerah urban. Menanggapi tantangan tersebut, dosen Universitas Panca Bhakti melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) turut berperan aktif dalam mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah urban.
Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah kegiatan PKM bertajuk Pemanfaatan Teknologi Soil Amendment dalam Budidaya Kangkung Darat yang dilaksanakan oleh Tim PKM dari Universitas Panca Bhakti, dengan ketua Prof. Dr. Ir. Agusalim Masulili bersama dua anggota tim, yaitu Sutikarini dan Ida Ayu Suci. Kegiatan ini melibatkan mitra kerja sama yaitu kelompok Tani Toga Gembira yang berlokasi di Kelurahan Bangka Belitung Darat Kota Pontianak.

banner 1024x1500

Program PKM yang berlangsung pada 19 April 2025 ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan menerapkan hasil riset untuk memberikan solusi nyata dan memberdayakan petani lokal. Program ini juga melibatkan mahasiswa dalam tahapan kegiatannya. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memperkuat daya dukung tim pengabdian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik di masyarakat.

Inisiatif ini didasarkan pada kenyataan bahwa banyak petani di kawasan perkotaan seperti Pontianak memanfaatkan lahan sempit dan marginal untuk tetap menjalankan aktivitas bercocok tanam, namun sering kali dihadapkan pada masalah rendahnya kesuburan tanah dan produktivitas yang kurang optimal.
Teknologi soil amendment, atau amandemen tanah, menjadi solusi yang ditawarkan oleh tim dosen dan mahasiswa untuk mengatasi persoalan tersebut. Teknologi ini merupakan pendekatan ilmiah dalam memperbaiki kualitas tanah melalui penambahan bahan-bahan organik yang dapat meningkatkan struktur tanah, memperbaiki retensi air, dan menambah ketersediaan unsur hara.
Dalam kegiatan ini, digunakan kombinasi bahan alami seperti arang sekam padi dan pupuk kandang. Arang sekam padi berfungsi sebagai amandemen tanah yang efektif untuk budidaya kangkung darat karena mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi dan drainase, serta menjaga kelembaban. Sifatnya yang basa membantu menetralkan kemasaman tanah, sementara kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi meningkatkan ketersediaan hara.

Selain itu, arang sekam mendukung aktivitas mikroba tanah dan dapat menekan pertumbuhan patogen, sehingga menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat dan produktif bagi tanaman.

Menurut Prof. Agusalim, arang sekam padi mampu memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembaban, menetralkan kemasaman tanah, dan meningkatkan ketersediaan hara. Amandemen ini juga mendukung mikroba baik dan menekan patogen, sehingga ideal untuk budidaya kangkung darat, penerapan teknologi soil amendement sangat relevan dengan kondisi tanah di Kota Pontianak yang umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah.
“Dengan teknologi ini, kualitas media tanam dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa harus bergantung pada pupuk kimia sintetik secara berlebihan. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan bahan-bahan alami tersebut menjadi bagian dari komitmen tim dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi dan sesi diskusi mengenai soil amendment, yang dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan soil amendment serta aplikasinya pada bibit kangkung darat yang ditanam di polybag. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga mengedepankan aspek pemberdayaan.
Petani dibekali keterampilan untuk memproduksi soil amendment secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemandirian petani agar tidak bergantung pada bantuan eksternal.

Sutikarini menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara produktif dan efisien, sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap prinsip dasar kesuburan tanah. Secara khusus Sutikarini dalam kegiatan PKM ini menguraikan tentang teknik budidaya kangkung darat di polibag menggunakan media tanah yang diberi perlakuan soil amandement arang sekam padi.

Kelompok Tani Sambut Baik

Ketua Kelompok Tani Toga Gembira, Sutrisno menyambut baik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen Universitas Panca Bhakti Pontianak. Pada PKM ini, dilaksanakan penerapan pertanian berkelanjutan dalam melalui Pemanfaatan Teknologi Soil Amendment untuk budidaya kangkung darat bagi kelompok Tani Toga Gembira di Kelurahan Bangka Belitung Darat Kota Pontianak sebagai mitra kerja sama.

“Program ini membawa dampak positif, tidak hanya dari sisi peningkatan hasil panen, tetapi juga dari sisi pengetahuan dan keterampilan kelompoknya,” kata Sutrisno.

Kehadiran tim pengabdian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dianggap memberikan energi baru dalam pengelolaan lahan pekarangan secara produktif.

Sementara itu, Ida Ayu Suci menambahkan bahwa keberhasilan penerapan teknologi soil amendment pada budidaya kangkung darat menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut pada komoditas hortikultura lainnya. “Untuk menjamin keberlanjutan manfaat teknologi ini, kami secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi guna menilai efektivitasnya di lapangan. Hal ini penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani secara jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Agusalim menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani merupakan faktor kunci dalam mewujudkan program pemberdayaan yang berkelanjutan. “Kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi pertanian, edukasi berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu model percontohan dalam pengembangan pertanian perkotaan yang adaptif terhadap perubahan iklim, produktif secara ekonomi, dan berkelanjutan secara ekologis. Melalui pemanfaatan lahan sempit secara optimal, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas petani dan masyarakat urban.
Program ini tidak hanya mendorong kemandirian pangan lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat kota. Pendekatan kolaboratif ini menempatkan perguruan tinggi sebagai katalisator inovasi yang menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *