NARASIKALBAR.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru di level 8.602 pada Rabu (26/11). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut lonjakan ini menunjukkan kuatnya fondasi ekonomi Indonesia.
“Kalau nggak ada optimisme di perekonomian, itu nggak akan naik ke 8.600,” ujar Purbaya Pada Hari Rabu.
Menurutnya, investor pasar modal bersifat forward looking, sehingga pergerakan IHSG mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Ketika investor merasa ekonomi membaik dan program pembangunan jelas, mereka akan berekspektasi pertumbuhan yang lebih cepat betulan bisa terjadi,” katanya.
Purbaya menegaskan meski pertumbuhan saat ini belum secepat harapan, investor tetap mampu menghitung proyeksi masa depan sebagai dasar keputusan investasi. “Mungkin nggak sekarang, tapi mereka lihatnya ke depan. Ada beberapa saham ‘gorengan’, tapi yang lain naik juga,” ujarnya.
Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 80,24 poin (0,94%) ke 8.602,13. Indeks LQ45 juga naik 0,89% ke 864,77.
Sebanyak 8 sektor menguat, dipimpin energi yang naik 2,11%, diikuti keuangan (1,79%) dan barang baku (1,38%). Tiga sektor melemah yaitu transportasi & logistik (-0,41%), kesehatan (-0,28%), dan industri (-0,02%).
Saham-saham dengan penguatan terbesar: JAWA, DNAR, UNTD, CASA, dan MINA.
Saham yang melemah paling dalam: SMDM, DEPO, KUAS, WEHA, dan SWID.
Total transaksi mencapai 2,7 juta kali, dengan 53,99 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp26,73 triliun. Tercatat 293 saham naik, 365 turun, dan 149 stagnan.
















