banner 728x250

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Pemkot Pontianak Berikan Bantuan Kepada Kelompok Pembudidaya Ikan

banner 468x60

NAARASIKALBAR.COM, PONTIANAK: Sebanyak 10 kelompok pembudidaya perikanan di Kota Pontianak Kalimantan Barat mendapat bantuan sarana dan prasarana (sarpras) budidaya perikanan dari Pemerintah Kota Pontianak. Bantuan ini diserahkan melalui Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak.
Selain mendapat bantuan indukan bibit ikan, mereka juga mendapat pendampingan dan pelatihan serta sertifikat budidaya naik kelas.

Perwakilan dari komunitas pembudidaya ikan Kota Pontianak, Mawardi berterima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dan jajarannya atas bantuan dan dukungan material yang telah diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan.

banner 1024x1500

Mawardi secara khusus menyoroti pentingnya bantuan berupa Induk dan Benih ikan, yang dianggap sebagai solusi utama dari kendala yang selama ini dihadapi.

“Kendala-kendala seperti inilah, ini adalah solusi yang diberikan Pemkot seperti induk benih dan sebagainya. Terutama adalah induk, karena indukan ini adalah modal utama pembenihan,” ujar Mawardi usai dikukuhkan dan menerima bantuan di Aula Balai Benin Ikan (BBI) Lokal Jalan Tanjung Raya II Pontianak, Rabu (10/12/2025).

Sebelumnya, pengadaan induk ikan sebagian besar didatangkan dari luar Kota Pontianak. Dengan adanya bantuan dari Pemkot, Mawardi optimis para pemudidaya kini bisa mencapai kemandirian dalam pengadaan benih secara lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar.

“Dengan ada bantuan dari Pemkot ini, kami bisa mandiri kesejahteraan, mandiri dalam pengadaan benih. Jadi pengadaan benih tidak selalu dari luar, sekitar dari Kota Pontianak sendiri,” tambahnya.

Selain apresiasi, Mawardi juga menyoroti masalah sarana dan pemanfaatan potensi wilayah Kota Pontianak yang didominasi oleh sungai. Ia mendesak Pemkot untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan lahan-lahan tidur yang ada di sepanjang Sungai Kapuas maupun di daratan kota.

“Kota Pontianak ini adalah sungai. Sungai ini banyak belum dimanfaatkan. Semoga ke depan Pemkot memperhatikan lahan-lahan yang tidur di sungai Kapuas, di darat, kita banyak di Kota Pontianak ini masih kosong,” tegasnya.

Pemanfaatan lahan-lahan kosong ini dinilai krusial untuk pengembangan budidaya perikanan, baik perikanan sungai, perikanan darat, maupun memanfaatkan parit-parit yang ada.

Plt. Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Much. Yamin mengatakan, bantuan ini sesuai arahan dari Presiden RI yang kemudian ditindaklanjuti Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, dan DPRD Kota Pontianak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa membagi kepada 10 kelompok pembudidaya ikan, indukan untuk ikan nila ada 100 jantan dan 300 betina. Kemudian untuk ikan lele sebanyak lima jantan dan 10 betina,” ujar Yamin usai mengukuhkan dan memberikan bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan di Aula Balai Benin Ikan (BNI) Lokal Jalan Tanjung Raya II Pontianak, Rabu (10/12/2025).

Selain pemberian bantuan indukan, program ini juga berfokus pada peningkatan kelas kelompok pembudidaya. Sebanyak empat kelompok pembudidaya telah mengalami peningkatan kelas menjadi kelas Madya.

Pemkot Pontianak juga menekankan pentingnya sosialisasi mengenai cara budidaya ikan yang baik. Program ini juga didorong untuk tidak hanya berfokus pada ikan, tetapi juga mencakup diversifikasi usaha.

“Supaya mereka tahu bagaimana cara membudidaya ikan yang baik. Dan kami ingin ini bukan hanya ikan, saya tadi menyarankan supaya misalnya ada sayuran, kemudian ada ternak dan sebagainya. Sehingga itu bisa menjadi ekosistem yang lengkap untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Upaya Pengendalian Inflasi
Program budidaya ikan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah inflasi. Di Pontianak, komoditas ikan penyumbang inflasi utama adalah ikan tongkol dan ikan kembung.

Melalui budidaya ikan seperti lele, nila, dan patin, diharapkan ketergantungan masyarakat pada ikan laut penyumbang inflasi dapat berkurang. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga stabilitas harga.

“Jadi budidaya ikan ini, supaya ketergantungan kita kepada ikan-ikan lain menjadi berkurang dan mudah-mudahan ini masyarakat semakin familiar dengan ikan-ikan yang seperti ikan lele, ikan nila, ikan patin. Sehingga bisa mengurangi inflasi yang menjadi masalah nasional,” ungkapnya.

Menurut Yamin, Pemerintah Kota Pontianak patut berbangga karena inflasi di wilayah ini saat ini berada dalam kondisi cukup terkendali dan rendah.

Ke depan, Pemerintah Kota Pontianak telah mengalokasikan anggaran untuk budidaya jenis ikan lain, yaitu ikan gurami dan ikan patin, yang rencananya akan direalisasikan pada tahun depan.

“Alhamdulillah, Pontianak salah satu daerah dengan inflasi yang cukup terkendali dan rendah. Gurami insyaallah tahun depan sudah kami alokasikan. Dan ini kami mencari indukannya,” tutupnya.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *