NARASIKALBAR.COM — Dalam rangka memperingati peristiwa suci Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sukadana menggelar pengajian dan doa bersama di Surau Al Mahdi, Dusun Tanah Merah, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Jumat (30/01/2026) Pukul 19.00 WIB.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri oleh Ketua MWC NU Sukadana Andi Sianto, para pengurus MWC NU Sukadana, PCNU Kayong Utara, serta para undangan dan jamaah Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah, khususnya Kecamatan Sukadana.
Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Sukadana Andi Sianto menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum untuk meneladani perjuangan para kiai, ulama, dan santri dalam menebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Satu abad pengabdian NU adalah teladan perjuangan para kiai, ulama, dan santri dalam menebar Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Semoga seluruh ikhtiar dan perjuangan tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir, serta NU senantiasa istiqamah membersamai umat dan bangsa menuju masa depan yang damai dan bermartabat,” ujar Andi Sianto.
Pada kesempatan yang sama, MWC NU Sukadana juga meluncurkan program unggulan “Gerakan Infaq Koin (GIK)”, sebuah gerakan berbasis partisipasi umat yang diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi kemaslahatan warga Nahdliyin.
Andi Sianto menjelaskan,
“Di momen Harlah NU ini kami mengucap syukur dan memohon doa dari para kiai, alim ulama, ustadz, dan ustadzah yang hadir. Semoga program receh yang berjuta manfaat ini dapat diterima dan membawa kebaikan bagi umat.”
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual dalam mengenang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan warga NU.
“Warga Nahdliyin Kecamatan Sukadana nantinya diharapkan semakin erat, semakin guyub, karena Nahdlatul Ulama adalah Islam yang membawa kerahmatan lil ‘alamin,” imbuhnya.
Sementara itu, KH. Muhammad Hasan Jauhari dari Sampang, Madura, yang hadir sebagai penceramah, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga persatuan dan menegakkan salat berjamaah lima waktu.
“Mari umat Islam bersatu, jangan terpecah belah, dan jangan tinggalkan salat lima waktu berjamaah,” pesan KH. Hasan Jauhari dalam tausiyahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Ajir Ubaidillah dari Banyumas, sebagai penutup penuh keberkahan dalam peringatan Isra Mi’raj tahun ini.
editor: Fahrurrozi
















