Pontianak: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak saat ini terus menggalakkan program Gerakan Literasi dan Inklusi Masyarakat (GESIT). Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Rendrayani mengungkapkan, program ini dijalankan, karena Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Kota Pontianak sempat menurun.
“Gesit ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kegemaran membaca bagi masyarakat, karena di tahun 2024 tingkat kegemaran membaca masyarakat kota Pontianak sedikit menurun. Jadi kami Disperpusip biasanya menyasar ke sekolah-sekolah, tapi sekarang dengan GESIT kami menyasar kepada keluarga,” ujarnya.
Selain GESIT, Disperpusip sebelumnya juga sudah menjalankan PerpusG2S (Perpustakaan Goes to School) atau Perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. Dari program ini juga berhasil meningkatkan minat baca masyarakat. Dari sebelumnya, pada tahun 2021, Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat (IPLM) Pontianak hanya 13,09 dan TGM 51,82, menempatkannya di posisi bawah secara nasional. Kemudian, mengalami peningkatan pada tahun 2023, IPLM Pontianak mencapai 75,39. Sedangkan untuk Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) 71,46, menempatkan kota ini di posisi 13 nasional dan tertinggi di Kalimantan Barat.
Namun angka TGM ini sempat terjadi penurunan pada tahun 2024, sehingga mengharuskan Disperpusip Kota Pontianak melakukan langkah konkret melalui inovasi program GESIT. Program ini untuk mempertajam upaya pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat, jika sebelumnya program PerpusG2S menyasar sekolah-sekolah, tetapi kini melalui GESIT sudah menyasar kepada keluarga.
“Literasi itu dimulai dari keluarga, sebagai madrasah pertama bagi anak. Maka diharapkan dengan pembiasaan gemar membaca dimulai dari keluarga membuat tingkat kegemaran membaca masyarakat kota Pontianak lebih meningkat,” pungkasnya.
















