NARASIKALBAR.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kalimantan Barat mengadakan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Kabupaten/Kota se-Kalbar di Qubu Resort Kubu Raya, Senin (24/11/2025).
Dalam kegiatan itu, ada beberapa poin penting yang dibahas mulai dari persoalan internal partai hingga isu pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPD PDI-P Kalbar, Lasarus menyampaikan, banyak capaian yang telah dilakukan oleh PDIP Kalbar. “PDI P Kalbar juga telah memplopori pembangunan kantor di seluruh Kalbar. Semua asetnya sudah diserahkan, mulai DPD hingga 14 DPC kabupaten/kota milik partai,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengungkapkan, melalui kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas dan komitmen untuk mendukung pembangunan Kalbar demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.
“Saya ingin menegaskan, bahwa keberhasilan pembangunan di daerah ditentukan stabilitas politik dan kekuasaan demokrasi. Oleh karena itu, partai politik termasuk PDI Perjuangan adalah pilar penting dalam memastikan arah pembangunan berjalan konsisten dan berpihak pada rakyat,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan visi dan misi untuk kemajuan Kalbar. Semua pihak diajak untuk bersama-sama mendukung program pemerintah.
“Saat ini Pemprov Kalbar fokus pada pembangunan strategis, dengan terus mendorong peningkatan IPM, mempercepat infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang lebih inklusif,” kata Ria Norsan.
Sementara itu,Ketua Bidang Perekonomian DPP PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok menekankan kepada kader PDI P agar mengedepankan kepentingan rakyat.
“Kita hatus mengurusi yang miskin dan yang membutuhkan pertolongan. Itu semboyan PDI P. Maka kami berkumpul untuk mewujudkan harapan bung Karno tentang Trisakti,” kata Ahok.
Oleh karena itu, pada Konferda ini, Ahok menekankan kepada seluruh kader, untuk kembali kepada tujuan awal dalam hidup berbangsa dan bernegara. “Kita harus mendidik rakyat menjadi pintar membawa rakyat jadi kaya. Kalau hanya memperkaya diri sendiri, apa bedanya dengan penjajah. Maka dari itu kita harus gotong royong membantu rakyat. Kalau takut miskin jangan masuk PDI perjuangan,” tegasnya.
















