banner 728x250

Karang Taruna Pontura angkat bicara Soal kelangkaan BBM di Pontianak

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Pontianak, dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Pontianak Utara, Mustofa, memastikan bahwa antrean panjang bukan disebabkan oleh menipisnya stok BBM. Ia menjelaskan, situasi ini dipicu oleh gangguan distribusi yang bersifat sementara serta meningkatnya pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan.

banner 1024x1500

“Stok BBM sebenarnya masih aman. Namun, distribusi sempat terhambat dan diperparah oleh kepanikan masyarakat yang membeli secara berlebihan,” ujar Mustofa.

Menurut Mustofa, antrean panjang juga dipengaruhi faktor psikologis masyarakat. Ia menyebut, ketika antrean mulai terlihat di SPBU, muncul kekhawatiran akan kehabisan BBM yang kemudian mendorong masyarakat melakukan pembelian dalam jumlah besar, bahkan berulang kali. Secara tidak langsung, kondisi ini menciptakan efek domino yang memperparah situasi.

“Situasi ini menimbulkan efek domino. Kepanikan satu orang dapat memicu kepanikan lainnya, sehingga kondisi yang sebenarnya terkendali terlihat seperti krisis,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Karang Taruna Pontianak Utara mendorong penerapan sistem pengendalian pembelian BBM berbasis digital, seperti penggunaan QR code atau pembatasan pengisian per kendaraan. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah pembelian berulang dalam waktu singkat dan menjaga distribusi tetap merata.

Selain itu, Mustofa juga menekankan pentingnya transparansi informasi dari pihak SPBU, terutama terkait ketersediaan stok dan jadwal pengisian ulang. Ia menilai keterbukaan informasi dapat meredam spekulasi serta mencegah berkembangnya informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.

“Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah munculnya kepanikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan BBM oleh oknum tertentu. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas perlu dilakukan untuk melindungi kepentingan masyarakat luas.

“Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dalam situasi seperti ini. Penegakan hukum harus berjalan tegas,” ujarnya.

Di sisi lain, Mustofa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi. Ia menekankan pentingnya membeli BBM sesuai kebutuhan sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menjaga stabilitas distribusi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik. Gunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar dan kondisi segera kembali normal,” katanya.

Menutup pernyataannya, Mustofa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas energi di daerah. Ia berharap persoalan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Persoalan ini memerlukan kerja sama semua pihak agar tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *