Biochar Diperkaya Hadir di Pondok Tahfidzul Quran Hidayatullah, UPB Pontianak Dorong Santri Kuasai Teknologi Media Tanam Ramah Lingkungan
NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK – Inovasi pertanian berbasis bahan lokal kembali digulirkan oleh tim dosen dari Universitas Panca Bhakti (UPB) melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penyediaan Media Tanam Menggunakan Biochar Diperkaya untuk Budidaya Tanaman di Lahan Pekarangan.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Tahfidzul Quran Hidayatullah, Gg. Flora, Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, dengan melibatkan sekitar 30 santri sebagai peserta.
Program yang dikelola melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPB ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Agusalim Masulili, MP, dengan anggota tim Setiawan, SP, MP dan Mulyadi, SP, MP — ketiganya dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti.

Teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah biochar diperkaya bahan organik, yaitu arang hayati dari sekam padi yang dikombinasikan dengan bahan-bahan organik lokal meliputi jerami padi, kotoran sapi, dan kompos Tithonia sp.
Kombinasi ini dirancang khusus untuk memperbaiki kondisi tanah sulfat masam yang mendominasi kawasan Pontianak Utara, di mana tingkat keasaman tanah yang sangat tinggi (pH di bawah 4,0) selama ini menjadi kendala utama pemanfaatan lahan pekarangan untuk bercocok tanam.
Hasil penelitian yang mendasari kegiatan ini menunjukkan bahwa aplikasi biochar diperkaya mampu meningkatkan pH tanah ke kisaran yang lebih baik, meningkatkan kandungan C-organik tanah, serta mendongkrak ketersediaan unsur hara nitrogen dan kalium secara signifikan.
Keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah persistensi biochar dalam tanah yang dapat bertahan hingga 5–10 tahun, sehingga manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang tanpa perlu aplikasi berulang.

Ketua tim PKM, Prof. Dr. Ir. Agusalim Masulili, MP, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak mitra, dalam hal ini Pondok Tahfidzul Quran Hidayatullah beserta seluruh jajaran pengurus dan santri, yang telah membuka pintu dan memberikan dukungan penuh sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Kerja sama yang terjalin antara perguruan tinggi dan pesantren seperti ini adalah contoh nyata sinergi yang saling menguntungkan. Kami berharap ilmu dan keterampilan yang telah kami bagikan dapat benar-benar memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh santri dan keluarga besar pondok,” ungkapnya.
Pimpinan Pondok Tahfidzul Quran Hidayatullah, Ust. M. Asep Syamsul Fuad, S.Pd.I, menyambut antusias kehadiran tim PKM UPB. Ia menekankan harapannya agar para santri tidak hanya unggul dalam bidang ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan pertanian yang berguna sebagai bekal hidup dan sebagai kontribusi nyata bagi kemandirian ekonomi pesantren.

Selama kegiatan berlangsung, para santri dilatih secara langsung dalam seluruh rangkaian pembuatan biochar diperkaya — mulai dari proses pirolisis sekam padi menggunakan reaktor sederhana, pengayaan biochar dengan bahan organik, pembuatan kompos Tithonia sp., hingga teknik aplikasi pada media tanam dan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, kangkung, dan sayuran daun lainnya di lahan pekarangan pondok.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui alih teknologi yang aplikatif dan berbasis potensi lokal. Dengan bahan baku yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar pondok — sekam padi, tanaman Tithonia yang tumbuh liar, serta kotoran ternak — para santri kini memiliki bekal untuk mempraktikkan teknologi ini secara mandiri dan berkelanjutan guna mengoptimalkan lahan pekarangan pondok sebagai sumber pangan produktif
















