banner 728x250

Pekarangan Kecil Ubah Harapan Warga Pontianak Utara Menuju Pangan Mandiri

banner 468x60

NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK, Rabu, 29 Juli 2026 – Berawal dari sisa dapur. Berakhir menjadi sumber pangan. Pekarangan sempit di sudut Kota Pontianak Kalimantan Barat kini membuktikan kemandirian lahir dari langkah sederhana. Kreasi Sungai Putat mengubah limbah menjadi harapan, lalu harapan menjelma sumber penghidupan.

Kreasi Sungai Putat di Siantan Hilir Pontianak Utara menghadirkan model pertanian terpadu berbasis pekarangan melalui maggot, puyuh, ayam, lobster air tawar, serta aquaponik demi pangan mandiri, ekonomi keluarga, lingkungan lestari.

banner 1024x1500

Kreasi Sungai Putat membuktikan pekarangan rumah mampu menjadi pusat ketahanan pangan keluarga melalui pertanian terpadu berbasis ekonomi sirkular. Model ini menghadirkan manfaat ekonomi, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Asa Pekarangan Produktif

Pagi menyapa Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara. Aktivitas warga dimulai dari ruang sederhana di belakang rumah. Tempat itu bukan sekadar pekarangan.

Ruang itu berubah menjadi pusat kehidupan baru. Limbah organik tidak lagi berakhir sia sia. Seluruh proses memasuki siklus baru hingga menghasilkan pangan bergizi.

Kreasi Sungai Putat memperlihatkan cara sederhana membangun ketahanan pangan keluarga. Program tersebut memadukan budidaya maggot Black Soldier Fly, puyuh, ayam kampung, lobster air tawar, serta aquaponik menjadi satu sistem terpadu.

Konsep tersebut menghadirkan hubungan saling mendukung. Sampah organik berubah menjadi pakan maggot. Maggot menjadi sumber protein bagi ayam, puyuh, lobster, maupun ikan. Limbah budidaya kembali menjadi kompos serta pupuk organik. Seluruh hasil kembali menyuburkan tanaman pekarangan.

Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi, mengajak masyarakat membangun gerakan bersama.

“Mari bersama mewujudkan pekarangan produktif, keluarga sejahtera, masyarakat sehat, lingkungan lestari,” ucapnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ajakan sederhana itu menjadi pesan kuat bahwa perubahan besar dapat lahir dari halaman rumah.

Model pertanian terpadu menghadirkan lima pilar utama. Budidaya maggot mengolah limbah organik menjadi pakan berkualitas serta kasgot. Puyuh menghasilkan telur dalam waktu singkat melalui kebutuhan lahan relatif kecil. Ayam menyediakan sumber protein keluarga memakai pakan berbahan maggot.
Lobster air tawar memberi nilai ekonomi tinggi. Aquaponik melengkapi sistem melalui budidaya tanaman tanpa tanah memakai sirkulasi air hemat.

Seluruh proses membentuk ekonomi sirkular. Tidak ada bagian terbuang. Tidak ada limbah tersisa. Setiap hasil menjadi awal bagi proses berikutnya.

Ketua RW 004 Siantan Hilir, Ponijan, menilai kegiatan tersebut membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Ini dimanfaatkan untuk masyarakat supaya lebih mengerti tentang kegiatan usaha. Mudah mudahan dari pihak Pertamina nanti bisa membantu pengembangan kelompok usaha,” ucap Ponijan.

Harapan tersebut menggambarkan kebutuhan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta dunia usaha demi memperluas manfaat program.

Harapan Bersama

Program tersebut memperoleh apresiasi dari Lurah Siantan Hilir, Erin Febrianty. Dukungan pemerintah tingkat kelurahan memperlihatkan bahwa gerakan berbasis masyarakat mampu menjadi contoh pembangunan berkelanjutan.

Komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali diwujudkan melalui Integrated Terminal Pontianak.

Program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ini mendorong penguatan ketahanan pangan, peningkatan ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan melalui pengembangan pertanian terpadu berbasis pekarangan.

Integrated Terminal Manager Pontianak, Adi Wahyu Christianto, menilai program memiliki peluang berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Kegiatan ini dapat terus berjalan. Ada potensi menciptakan bahan makanan sekaligus tambahan penghasilan,” kata Adi Wahyu Christianto.

Ia menambahkan hasil budidaya memiliki peluang dipasarkan kepada masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Pengembangan tidak hanya di budidaya maupun satu lokasi. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan di beberapa titik,” kata Adi Wahyu Christianto.

Pernyataan tersebut memperlihatkan optimisme bahwa konsep pekarangan produktif mampu direplikasi pada berbagai kawasan permukiman.

Lebih dari sekadar menghasilkan telur, ayam, lobster, sayuran, kompos, maupun maggot, Kreasi Sungai Putat sedang menanam harapan. Gerakan tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas.

Perubahan dapat lahir dari halaman rumah. Setiap sisa makanan memiliki nilai. Setiap pekarangan menyimpan peluang. Setiap keluarga memiliki kesempatan membangun masa depan lebih mandiri.

Di tengah tantangan ekonomi, kenaikan harga pangan, serta persoalan limbah rumah tangga, langkah kecil warga Siantan Hilir menghadirkan pelajaran penting. Kemandirian bukan sekadar cita-cita.

Kemandirian lahir melalui kebiasaan sederhana, kerja bersama, serta kemauan mengubah masalah menjadi peluang. Dari pekarangan kecil, tumbuh harapan besar bagi ketahanan pangan, kesejahteraan keluarga, serta kelestarian lingkungan.

Ekonomi Hijau

Kreasi Sungai Putat menghadirkan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu bergantung pada lahan luas maupun modal besar. Nilai utama justru terletak pada kemampuan mengelola sumber daya sekitar secara efisien.

Budidaya maggot menjadi fondasi sistem. Limbah organik rumah tangga tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan berubah menjadi pakan berprotein tinggi.

Tahap berikutnya menghadirkan efisiensi biaya budidaya ayam, puyuh, lobster air tawar, serta ikan. Limbah hasil budidaya kembali diolah menjadi kasgot, kompos, serta pupuk organik bagi tanaman pekarangan.

Siklus tersebut menciptakan ekonomi sirkular. Nilai tambah muncul pada setiap tahapan sehingga biaya produksi menurun, hasil panen meningkat, serta peluang usaha keluarga bertambah.

Pendekatan tersebut layak menjadi contoh pemberdayaan masyarakat perkotaan berbasis lingkungan.

Lingkungan Lestari

Persoalan sampah organik masih menjadi tantangan berbagai kota. Kreasi Sungai Putat memperlihatkan solusi praktis melalui pengolahan limbah sejak tingkat rumah tangga.

Dampaknya bukan sekadar mengurangi volume sampah menuju tempat pembuangan akhir, melainkan menghadirkan sumber daya baru bernilai ekonomi.

Aquaponik melengkapi sistem terpadu melalui pemanfaatan air secara efisien tanpa penggunaan pestisida berlebihan.

Hasil panen menjadi lebih bersih, sehat, serta mendukung kebutuhan pangan keluarga. Pendekatan tersebut memperkuat upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Model ini memiliki peluang direplikasi pada kawasan permukiman padat karena tidak memerlukan lahan luas.

Dengan dukungan pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, konsep tersebut berpotensi berkembang menjadi gerakan bersama.

Masa Depan Pangan

Nilai terbesar Kreasi Sungai Putat bukan hanya menghasilkan telur, ayam, lobster, sayuran, maupun pupuk organik. Nilai terbesar terletak pada perubahan cara berpikir masyarakat terhadap pekarangan rumah.

Halaman rumah berubah menjadi ruang produktif. Sampah berubah menjadi sumber daya. Keluarga berubah menjadi pelaku utama ketahanan pangan.

Anak anak dapat belajar mengenai lingkungan, pertanian, serta kemandirian sejak usia dini melalui aktivitas sederhana di sekitar rumah.

Program tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari langkah kecil.

Ketika satu keluarga berhasil, lingkungan sekitar memperoleh manfaat. Ketika satu kawasan berkembang, ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Dari sudut sederhana di Siantan Hilir, lahir contoh bahwa masa depan pangan dapat dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta semangat gotong royong. (RILIS Kreasi Sungai Puatat)

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *