banner 728x250

Dapat Rekom dari Walikota, Panitia Matangkan Persiapan Festival Cap Go Meh

Pontianak — Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP) resmi mengantongi surat rekomendasi dari Pemerintah Kota Pontianak untuk mengelola dan menyelenggarakan perhelatan perayaan Imlek 2578 dan Festival Cap Go Meh (CGM) tahun 2027 Simbolik Shio Kambing Api.

Ketua KBTP sekaligus Ketua Panitia Cap Go Meh 2027, Hendry Pangestu Lim, menyampaikan bahwa jajaran panitia saat ini mulai bergerak cepat mematangkan rangkaian agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 20 Februari 2027 mendatang.

“Alhamdulillah, Bapak Walikota Pontianak memberi kepercayaan kepada KBTP dan mengeluarkan rekomendasi resmi untuk menyelenggarakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2027,” kata Hendry, Rabu, 7 Oktober 2026.

Salah satu agenda utama yang paling dinanti masyarakat ialah Karnaval Naga Bersinar. Hendry mengungkapkan, puncak parade naga bersinar dipusatkan di Jalan Gajah Mada pada 20 Februari 2027 malam, mulai pukul 21.00 WIB usai pelaksanaan ibadah Salat Tarawih.

Mengingat perayaan Cap Go Meh 2027 bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan, pihak panitia menekankan pentingnya komitmen menjaga kerukunan dan penghormatan antarumat beragama. Panitia menyusun tata tertib.

Panitia menjadwalkan untuk naga buka mata pada 17–18 Februari 2027, dilanjutkan kunjungan ritual. Kemudian, pada jeda suara suci seluruh atraksi dan bunyi-bunyian wajib dihentikan total 30 menit sebelum dan sesudah azan/waktu salat.

Selanjutnya, panggung utama akan ditempatkan di Ligo Mitra Jalan Gajah Mada untuk ruang penonton yang lebih lua. Pada karnaval naga bersinar ini diprediksi sekitar 60 kelompok naga siap mendaftar dan memeriahkan festival.

“Kami menyusun tata tertib yang ketat. Semua pemain naga wajib mematuhi aturan jam operasional demi menjaga kehusyukan saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa,” tegas Hendry.

Sekretaris KBTP, Adi Sucipto, menambahkan bahwa kesiapan teknis di kesekretariatan terus digencarkan, mulai dari pendaftaran peserta naga hingga dekorasi khas ruang publik kota mengingat pelaksanaan cap go meh bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Ikon hiasan berupa paduan ribuan lampion dan ketupat dipastikan kembali menghiasi titik-titik strategis seperti Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada sebagai lambang keharmonisan etnis dan budaya di Kota Pontianak.

“Tahun lalu hiasan kolaborasi Lampion dan Ketupat mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah maupun masyarakat luas. Ini bukti nyata tingginya toleransi warga Pontianak. Tahun ini tentu akan kami kemas lebih semarak,” ujar Adisucipto.

Panitia KBTP juga berencana menggelar silaturahmi bersama para tokoh masyarakat, ulama, dan tokoh agama setempat guna menjaring masukan demi kelancaran agenda wisata budaya tahunan ini, tanpa mengganggu aktivitas atau kegiatan keagamaan lainnya mengingat bersamaan dengan bulan Suci Ramadan.

banner 325x300
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *