NARASIKALBAR.COM, PONTIANAK: Potensi tak terbatas dari penyandang disabilitas kini menjelma menjadi motor penggerak bagi cita-cita inklusi nasional seutuhnya. Hal ini sebagaimana telah dilakukan oleh para penyandang disabilitas yang ada di Kalimantan Barat.
Melalui berbagai karya monumental mulai dari seni, budaya, inovasi teknologi, hingga di dunia usaha dan pprestasi di bidang pendidikan maupun olahraga membuktikan kemampuan dan secara aktif mematahkan tembok diskriminasi dan stigma yang selama ini menghalangi mereka.
Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kalimantan Barat yang menaungi para penyandang disabilitas, Mustaat Saman mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya melalui program kemandirian yang telah dibuktikan dengan pencapaian yang luas di seluruh Kalimantan Barat, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga di sektor pekerjaan.
“Kami memang mengangkat harkat martabat penyandang disabilitas, baik di bidang olahraga, pendidikan maupun pekerjaan. Kami sudah punya 91 warung kopi kecil se-Kalbar, 19 bengkel motor, enam peternakan sapi, 12 peternakan kambing. Kemudian sektor lain jasa Make-Up Artist (MUA) dan berbagai unit UMKM lainnya yang terus melebar,” ujar Musta’at Saman.
Hal tersebut disampaikan saat puncak acara Inklusi Fest Disabilitas Berdaya dalam rangka Hari Disabilitas Internasional di GOR Paralympic NPCI Kalbar (exs Auditorium RRI Pontianak) Jalan Maluku Pontianak, Minggu (7/12/2025).
Mustaat Saman menyatakan, bahwa peringatan hari disabilitas tahun ini difokuskan pada karya nyata melalui serangkaian pelatihan di tiga kabupaten, yang bertujuan mengumpulkan dan membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan praktis.
“Kami lakukan di tiga kabupaten yang hadir berkumpul satu rangkaian penuh. Kemudian ada juga pelatihan barista, menjahit, bengkel pengecatan mobil, dan reparasi sofa,” ujar Ketua NPCI Kalbar.
Pelatihan multiprogram ini merupakan bagian dari upaya NPCI untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas di Kalbar memiliki kemampuan untuk mandiri dan berkontribusi secara ekonomi. “Semua kawan disabilitas wajib bahagia. Ini karya kita, dari disabilitas untuk disabilitas,” tambahnya.
Ketua NPCI Kalbar menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti bahwa disabilitas bisa memberikan karya, sekaligus menjadi contoh bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan.
“Ini hanya karya kecil yang harus kita besarkan bersama. Tidak ada yang boleh mendiskreditkan pemerintah daerah, tapi saatnya memberi contoh kepada semua orang bahwa disabilitas bisa memberikan karya. Disabilitas adalah Berdaya. Mari kita berbagi peran,” ungkapnya.
Langkah NPCI Kalbar ini diharapkan dapat terus memacu semangat penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi mereka dan mendorong kesadaran masyarakat tentang kemampuan dan kontribusi yang bisa diberikan oleh komunitas disabilitas.
















