NARASIKALNAR.COM, PONTIANAK – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan monitoring ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pontianak, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap upaya pemenuhan hak atas pangan dan gizi bagi anak-anak serta kelompok rentan.
Monitoring dipimpin oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil Kementerian HAM Kalteng Wilayah Kerja Kalbar, Untung Wibawa, bersama tim yang disebar ke sejumlah SPPG di Kota Pontianak.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar serta menjangkau kelompok sasaran secara optimal. Selain itu, monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kualitas layanan, kondisi sarana dan prasarana, serta penerapan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam pelayanan publik yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Untung Wibawa menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga negara, terutama anak-anak dan kelompok rentan, memperoleh akses terhadap makanan yang bergizi, aman, dan layak.
“Pemenuhan gizi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Melalui monitoring ini, kami ingin memastikan bahwa layanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Satu di antara pelaksana monitoring, Binardi Rizi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan program pemenuhan gizi yang dijalankan pemerintah dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran.
“Melalui monitoring ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses pelayanan berjalan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan. Kami juga memastikan bahwa aspek kebersihan, kualitas makanan, dan akses penerima manfaat telah berjalan sesuai dengan tujuan program,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan gizi yang baik memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta membangun sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, penyelenggara layanan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar program pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Selama pelaksanaan monitoring, tim Kanwil KemenHAM Kalteng Wilayah Kerja Kalbar melakukan peninjauan terhadap proses pengolahan makanan, standar kebersihan fasilitas, mekanisme distribusi, serta berdialog dengan pengelola SPPG guna memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program di lapangan.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi sekaligus menghimpun masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil KemenHAM Kalteng Wilayah Kerja Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, termasuk hak atas pangan dan gizi yang layak. Diharapkan, upaya ini dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, berkualitas, dan sejahtera, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan di Kalimantan Barat.
















